PENGAKUAN Janggal Suami yang Istrinya Tewas Dibunuh di Kamar, Padahal Tidur Berdekatan

Di dalam kamar, Wardatun dibunuh dengan cara dadanya ditusuk pelaku menggunakan senjata tajam.

Editor: Alza
Tribun Jatim/Willy
Mahfud memeragakan kondisi istrinya saat ditemukan di kamar. 

"Kemungkinan juga istri saya tahu dan melawan," imbuhnya.

Mahfud merupakan orang pertama yang mengetahui jasad istrinya.

Dia tidak tidur dalam satu kamar saat kejadian, juga tidak mengetahui apa-apa, termasuk ciri-ciri pelakunya.

Padahal, istrinya dihabisi di depan anaknya sendiri yang masih balita.

Kata mertua korban

Khuzaini (65), mertua perempuan Wardatun Toyyibah, yang juga ibu dari Mahfud (44) suami Wardatun Toyyibah mengatakan, sekitar pukul 03.00 WIB, ia sempat mengetuk pintu rumah Mahfud untuk membangunkan makan sahur.

Namun, tidak ada respons, sehingga ia kembali ke rumah yang jaraknya hanya berdampingan.

Dia mengaku tidak tahu ada pencurian, karena tidak terlihat ada tanda-tanda pencurian, sebab pencuri lewat pintu belakang, sementara dia membangunkan sahur dengan mengetuk pintu depan.

Setelah itu, Khuzaini melanjutkan ke masjid untuk salat subuh berjamaah.

Setelah salat, ia kembali pulang ke rumah dan melanjutkan mencuci piring bekas sahur.

"Kemudian, tertidur. Tahu-tahu dibangunkan Mahfud, sambil meminta tolong. Saya langsung lari ke rumah dan masuk kamar.

Dan melihat Datun (panggilan akrab Wardatun Toyyibah) tertelungkup di lantai.

Di kasur juga banyak darah. Sedangkan anaknya masih tidur," kata Khuzaini, Sabtu (16/3/2024).

Melihat Wardatun Toyyibah tertelungkup di lantai, Khuzaini langsung mengangkat jasad korban ke atas tempat tidur.

Khuzaini juga membawa anak korban yang masih tidur, lalu membersihkan tempat tidur dan membersihkan wajah korban yang berlumuran darah menggunakan tangan.

"Saya kira digigit ular, sebab terlihat ada lubang-lubang di leher.

Dan baju daster yang dipakai juga berlumuran darah.

Baru sadar kalau itu pencurian, setelah anak saya (Mahfud), mengetahui uang di lemari tidak ada, dan pintu belakang terbuka," katanya.

Menurut Khuzaini, setelah itu, tetangga ramai dan perangkat desa datang.

Perangkat desa kemudian melapor ke polisi

Ia pun mengaku heran dan tidak menyangka terjadi kasus pencurian dan pembunuhan.

"Baru kali ini, ada pencurian juga pembunuhan. Setahu saya, tidak ada kejadian seperti ini," katanya.

Menurut Khuzaini, setiap hari Mahfud tidur larut malam di atas pukul 01.00 WIB.

Sebab menghitung laporan keuangan selesai hasil penjualan pulsa, penarikan uang dari BRILink dan pembayaran token listrik.

"Kemungkinan, saat terlelap tidur, di atas pukul satu pagi, pencuri masuk rumah.

Sehingga, saat sahur, saya mengetuk pintu pukul 03.00 WIB, untuk membangunkan sahur, sudah tidak ada respons," katanya.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved