Kabar Belitung

Inilah Alasan Bandara H AS Hanandjoeddin Belitung Tidak Lagi Berstatus Internasional

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi telah menurunkan status 17 bandara internasional menjadi bandara domestik

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: Alza
Dok. Posbelitung.co
Bandara H AS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Belitung. 

Meskipun statusnya temporer, tetap masih bisa dilakukan, tentu hal ini sama kondisinya seperti sebelumnya.

Penerbangan yang dilakukan dengan sistem carter pesawat, belum pernah ada penerbangan reguler dari dan keluar negeri," kata Yuspian.

Yuspian menegaskan, saat ini yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan jumlah penerbangan reguler dari dan ke Pulau Belitung.

Sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi yang signifikan karena arus keluar masuk orang dan barang memiliki volume yang cukup.

Harapannya, jumlah penerbangan domestik ini dapat kembali seperti kondisi sebelum Covid-19, dimana bandara berkode TJQ itu memiliki penerbangan reguler Jakarta-Tanjungpandan sebanyak 15-17 penerbangan dalam satu hari.

Selain rute penerbangan ke Jakarta, dia berharap ke depan dibuka rute penerbangan baru seperti rute dari dan ke provinsi yang menjadi pintu masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Misalnya jalur dari dan ke Kaltim dan Kalsel, ke Samarinda dan Balikpapan.

Ke depan daerah tersebut menjadi pintu masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sangat berpotensi untuk dijajaki peluangnya," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Umum DPP Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Agus Pahlevi menilai perubahan status bandara internasional menjadi bandara domestik di beberapa daerah tentunya merupakan kabar buruk.

Keberadaan pintu internasional sebenarnya diharapkan dapat meningkatkan multiplayer effect, salah satunya di sektor pariwisata.

Sebab, keberadaan gerbang Internasional dapat memudahkan wisatawan mancanegara untuk menjangkau destinasi wisata secara efisien.

"Akan tetapi di sisi lain, kadang status Internasional juga menjadi dilema.

Seolah hanya sebagai branding untuk kelas sebuah destinasi wisata," ujarnya, Minggu (28/4/2024).

Ia juga mengakui status Internasional itu kebermanfaatan nya tidak sesuai harapan.

Sebab, beberapa bandara yang berstatus internasional tetapi hanya melayani rute pendek dan satu atau dua tujuan luar negeri saja.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved