Berita Bangka Belitung

Sosok Prof Dr Ibrahim Rektor Universitas Bangka Belitung Kembali Pimpin UBB 2 Periode

Sosok guru besar Prof Dr Ibrahim MSi kembali memimpin Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk yang kedua kalinya.

Editor: Kamri
Dok. UBB
Prof Dr Ibrahim MSi (tiga dari kiri) usai kembali dilantik menjadi Rektor UBB periode 2024-2028, Jumat (17/5/2024). Ibrahim kembali terpilih menjadi Rektor UBB masa jabatan 2024 - 2028 setelah berhasil mengungguli tiga kandidat lainnya pada pemilihan Rektor UBB bulan Maret 2024 lalu. 

POSBELITUNG.CO - Sosok guru besar Prof Dr Ibrahim MSi kembali memimpin Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk yang kedua kalinya.

Ibrahim resmi kembali diilantik menjadi Rektor Universitas Bangka Belitung periode 2024 – 2028 pada Jumat (17/5/2024).

Pelantikan dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Ir Suharti MA, PhD bertempat di kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Jakarta, Jumat kemarin.

Dalam kegiatan yang sama juga ikut dilantik beberapa rektor dan pejabat lainnya di lingkungan Kemendikbudristek melalui surat keputusan dari Menteri Nadiem Anwar Makarim.

Ibrahim kembali terpilih menjadi Rektor UBB masa jabatan 2024 - 2028 setelah berhasil mengungguli tiga kandidat lainnya pada pemilihan Rektor UBB bulan Maret 2024 lalu.

Dalam pemilihan tersebut, Ibrahim berhasil meraih secara penuh suara senat dan menteri sebesar 34 suara dari 34 suara sah dengan komposisi 65 persen suara anggota senat UBB dan 35 persen suara Menteri.

Suharti dalam sambutannya menyampaikan, transformasi yang telah dilakukan selama lima tahun ini semakin meningkatkan layanan yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Kita ingin berbagai kebijakan transformatif yang sudah kitalakukan berjalan dengan lebih lanjut untuk menghasilkandampak yang lebih besar lagi.

Untuk itu kami mohon betul bapak/ibu yang dilantikmemperhatikan berbagai upaya yang sudah dilakukan atautelah berdampak di masyarakat untuk semakin kita tingkatkandi masing-masing unit kerja bapak/ibu,” kata Suharti dalam rilis yang diterima BangkaPos.com, Sabtu (18/5/2024).

Baca juga: Skripsi Tidak Wajib Lagi, Rektor UBB : Prestasi Kompetisi Nasional atau Internasional Bisa Jadi Opsi

Ia juga mendorong kerjasama yang dibangun tidak hanya antar sesama kemendikbudristek saja, tetapi ikut mengandeng banyak pihak lain di luar sana.

Ia juga sempat menyinggung masalah Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang menjadi isu cukup popular saat ini.

“Saat ini cukup popular mengenai masalah UKT, tetapi kita tentunya tahu mengenai prioritas mana yang harus kita pilih.

Dan juga mohon semuanya untuk memperhatikan inklusifitas dan memperhatikan keberadilan agar seluruh warga Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Sekjen Kemendikbudristek ini juga berpesan kepada empat rektor yang dilantik untuk memperhatikan pengembangan karakter, terutama isu-isu kekerasan dan toleransi yang menjadi isu saat ini.

“Kita ingin kampus kita menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk bekarya baik bagi mahasiswa dan civitas akademika,” harapnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Dr Nizwan Zukhri turut mengucapkan selamat atas dilantiknya dan keberlanjutan Prof Ibrahim menjadi Rektor UBB.

Ia berharap dengan masa periode kedua ini dapat semakin memberikan langkah yang semakin positif untuk kemajuan pendidikan khususnya di Bangka Belitung.

“Tentunya kita yakin dengan kemampuan beliau yang sudah melewati satu periode ini mampu memberikan berbagai perubahan yang baik untuk UBB dan berbagai inovasi yang dirinya wujudkan demi kemajuan pendidikan di masyarakat,” tegasnya.

Profil Prof Dr Ibrahim Msi

Diketahui bahwa Prof Dr Ibrahim meraih gelar Guru Besar Ilmu Politik pada tanggal 3 Januari 2023 lalu.

Ibrahim tercatat sebagai rektor perguruan tinggi negeri (PTN) termuda saat dirinya dilantik menjadi Rektor UBB periode 2020-2024 pada Maret 2020 lalu.

Laki-laki kelahiran 1981 itu saat ini kembali terpilih sebagai Rektor UBB periode 2024-2028.

Ia kembali memimpin Universitas Bangka Belitung setelah terpilih dalam pemilihan yang dilaksanakan pada Jumat (15/3/2024).

Sosok filsafat politik ini pernah mengukir jejak sebagai delegasi di sejumlah luar negeri, meliputi Amerika, Australia, Singapura, Inggris, Jepang, Vietnam, Thailand, Korea Selatan dan Turki.

Karena itu, pengalamannya tak perlu diragukan lagi dan banyak menjadi panutan akademisi lainnya. 

Prof Dr Ibrahim Msi

Pendidikan:

  • SD 17 Sungai Selan, Bangka Tengah
  • SMP 1 Sungai Selan, Bangka Tengah
  • SMA 3 Pangkalpinang
  • S1: Ilmu Filsafat, Universitas Gadjah Mada
  • S2: Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada
  • S3: Ilmu Filsafat, Universitas Gadjah Mada
  • S3: Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada
  • Shortcourse'School of Administrative and Leadership Program, USA (2007)
  • Visiting Scholar'School of Political Science and International Studies', Queensland University, Australia, 2011

Kini laki-laki kelahiran 1981 itu, kembali terpilih sebagai Rektor UBB periode 2024-2028, dalam pemilihan yang dilakukan, Jumat (15/3/2024).

Dia menyapu bersih 34 suara sah senat dan menteri.

Momen itu terbilang langka dalam pemilihan rektor di Indonesia.

Sangat jarang terjadi, komposisi 65 persen suara anggota senat UBB dan 35 persen suara menteri diberikan untuk satu orang.

Namun, pencapaian itu, tidak lebih penting ketika seorang Ibrahim ditanya, siapa orang paling berjasa dalam hidupnya.

Ibrahim merasa segala capaian yang diterima saat ini, semua karena kedua orang tua.

Dia mengucapkan terima kasih kepada sang ayah yang telah berpulang ke Rahmatullah belasan tahun lalu.

Baginya, menjadi seorang profesor bukanlah cita-citanya, karena Ibrahim berasal dari keluarga yang kurang memiliki pendidikan tinggi.

"Bapak tidak tamat SD bahkan, ibu tamat SD, kemudian kakak-kakak saya sebagian besar tamat SD, dan saya sendiri bisa mendapat gelar ini," kata Ibrahim.

"Yang hebat bukan saya, tapi orang tua saya yang telah memberikan saya kehidupan, ketabahan dan keteguhan untuk terus bekerja untuk institusi dan terus berkarya.

Saya yakin dan percaya, kalau kita serius, InsyaAllah kita bisa mendapatkan sebuah proses yang sesuai dengan target yang diharapkan," ucapnya.

Mengutip dari akun sosial media milik Ibrahim, atas keberhasilan mendapatkan gelar guru besar ini, dia mengungkapkan terima kasih kepada kedua orangtuanya.

Pada cuplikan video berdurasi 32 detik itu, terlihat Ibrahim mengenakan baju hitam dengan kopiah sambil menunduk di dekat kuburan yang diatasnya ada sebuah kertas.

Dia menuliskan pada foto itu, "Wahai engkau lelaki hebat bernama Bintang.

Aku tahu, bahwa selama hidupmu engkau bahkan tak pernah punya selembar ijazah pun.

Hari ini, izinkan aku menghadap pusaranmu, ingin sekali kutunjukan selembar kertas ini padamu.

Lalu maukah engkau mendengar kisahku selepas pergimu 19 tahun lalu itu?

Tentang perjuangan hidup yang didalamnya selalu ada rindu akan kasihmu,".

Lalu pada video itu berganti foto lain, yang memperlihatkan Ibrahim sedang bersalaman dengan seorang wanita mengenakan jilbab, di samping terlihat juga sebuah kertas.

Pada foto itu dituliskan, "Dan emak, konon engkau pernah punya ijazah SD, meski kami tak pernah melihatnya. Ah, itu tak penting Mak.

Tahukan engkau Mak, bahwa dengan doamu yang melangit, semesta mengamini?

Bukan aku yang hebat Mak, tapi engkau. Kau lah Maha Guru yang Besar: Besar cinta, jiwa dan asa,".

Begitulah tulis Ibrahim.

Sekadar informasi, Ibrahim menjadi Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) periode 2020-2024, bahkan disebut-sebut sebagai rektor PTN termuda yang ada.

Sosok Filsafat Politik ini pernah mengukir jejak sebagai delegasi di sejumlah luar negeri, meliputi Amerika, Australia, Singapura, Inggris, Jepang, Vietnam, Thailand, Korea Selatan dan Turki.

Sehingga pengalamannya tak perlu diragukan lagi dan banyak menjadi panutan akademisi lain.

(Posbelitung.co/Sela Agustika)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved