Inilah Ciri-ciri Pensiunan Jenderal Inisial B yang Diduga Terlibat Kasus Korupsi Timah

Said Didu mencurigai penguntitan yang dilakukan Densus 88 bertalian dengan sosok jenderal purnawirawan

Tayang:
Editor: Alza
Tangkapan Layar YouTube Talk Show tvOne
Said Didu 

POSBELITUNG.CO - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu membongkar sosok Jenderal purnawiran berinisial B, yang diduga di balik kasus korupsi tambang timah.

Menurutnya jenderal berinisial B ini juga dicurigai sebagai pihak yang terlibat dalam pengintaian Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.

Seperti diberitakan, Febrie Ardiansyah dikuntit anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Febrie Adriansyah dikuntit dua orang anggota Densus 88 saat berada di sebuah restoran Perancis di kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Minggu, 19 Mei 2024.

Ada gerak-gerik mencurigakan dari dua orang tersebut yang sampai memakai alat untuk merekam Febrie Adriansyah.

Polisi Militer (PM) yang mengawal Febrie berhasil bertindak cepat dengan menangkap salah satu anggota Densus 88.

Anggota Densus 88 yang berhasil ditangkap Polisi Militer tersebut bernama Iqbal Mustofa dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Said Didu mencurigai penguntitan yang dilakukan Densus 88 bertalian dengan sosok jenderal purnawirawan polisi bintang 4 berinisial B.

Jenderal berinisial B diduga menjadi dalang di balik aksi Densus 88 menguntit Jampidsus Febrie Adriansyah, yang tengah mendalami kasus korupsi timah.

Febrie Adriansyah saat ini memang tengah mendapat pengawalan ketat dari polisi militer TNI karena sedang menangani kasus korupsi tambang.

Menurut Said Didu, masyarakat sudah cukup lama mengenal siapa sosok jenderal purnawirawan inisial B tersebut.

Karena sejak lama diketahui merupakan beking di balik korupsi tambah berupa timah dan nikel.

"Publik paham siapa inisial 'B' tersebut," tulisnya melalui akun Twitter @msaid_didu pada 26 Mei 2024, dikutip dari laman kilat.com.

Said Didu mengatakan, jenderal purnawitawan inisial B ini memiliki peran penting dalam pusaran bisnis pertambangan ilegal.

"Sudah lama ybs 'atur' bisnis timah dan nikel," ujarnya dikutip posbelitung.co dari wartakotalive.com.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved