Kasus Vina Cirebon

Pegi Setiawan Bisa Bebas Karena Kesaksian Pria Ini, Jalannya Perkara Berbalik 180 Derajat

Mantan Kabareskrim Komjen Purn Susno Duadji mengatakan kesaksian Suroto lebih masuk akal.

Editor: Alza
Kolase tribunbogor.com
Pengakuan Suroto yang pertama kali menemukan Vina Cirebon dan Eki di Flyover Talun, Cirebon. 

POSBELITUNG.CO - Pegi Setiawan (27) bisa bebas demi hukum jika kesaksian Suroto benar.

Suroto (50) adalah petugas keamanan kampung yang menemukan Vina Cirebon dan Eko di Flyover Talun, Cirebon.

Saat itu suasana hujan sekitar pukul 22.00 WIB, Sabtu 27 Agustus 2016.

Mantan Kabareskrim Komjen Purn Susno Duadji mengatakan kesaksian Suroto lebih masuk akal.

Suroto yang membawa Vina dan Eki ke rumah sakit bersama dua anggota Polsek Talun.

Eki ditemukan tewas di jembatan Talun, sedangkan Vina masih merintih minta tolong.

Kedua anggota Polsek Talun yang menolong korban bernama Suja dan Suparti.

Mereka bisa menjadi saksi kunci dalam kasus pembunuhan yang terjadi 8 tahun silam.

Suroto juga mengatakan anggota polisi itu sudah pensiun.

Namun ia tak menjelaskan apakah salah satu atau keduanya.

"Dibawa ke rumah sakit pakai mobil patroli polisi," ungkapnya.

Suroto mengatakan pada malam itu Melmel tidak ada di lokasi penemuan Vina dan Eky.

"Tidak ada (Melmel)," kata Suroto.

Menurut dia, saat itu yang membantu mengangkat kedua korban adalah anggota polisi dari Polsek Talun.

Diungkap Suroto, saat itu banyak pengendara yang lalu lalang namun tidak ada yang berani menolong korban.

Suroto yang merupakan perangkat desa langsung berinisiatif mengecek kedua korban.

Ia memastikan bahwa pada malam penemuan itu, Eki sudah meninggal dunia.

"Eki sudah tidak bernapas, yang perempuan masih hidup. Dia (Vina) selalu minta tolong," tutur Suroto.

Suroto lalu menghubungi Polsek Talun untuk mengabarkan peristiwa itu.

Tak lama, dua anggota polisi datang ke TKP.

Diakui Suroto, saat evakuasi, dirinya hanya dibantu dua anggota polisi itu saja.

"Ngangkat korban laki bertiga aja, korban perempuan tiga aja, saya dengan anggota kepolisian dua orang," ungkapnya.

Sementara, Susno Duadji menilai kalau kesaksian Suroto lebih masuk akan di bandingkan dengan pengakuan Aep dan Melmel.

"Kesaksian Pak Suroto ini lebih meyakinkan karena didukung oleh dua anggota polri, didukung lagi perawat di rumah sakit. Kalau kesaksian Aep, Melmel tidak kuat," ungkapnya.

Bahkan ia mengatakan jika kesaksian Suroto benar adanya, maka jalannya perkara ini akan berbalik 180 derajat.

"Termasuk yang sudah disidangkan, berarti hakim, jaksa, polri membawa perkara itu ke depan sidang berdasarkan suatu rekayasa kejadian, berbeda dengan apa yang dijelaskan ini," kata dia.

Untuk itu Susno Duadji menyarankan agar Polda Jabar bisa turut memeriksa dua anggota Polsek Talun yang pada malam kejadian ada bersama Suroto.

"Kita berharap keterangan Suroto benar, makanya polri harus memeriksa dua anggota polri, petugas rumah sakit, sehingga perkara ini bisa dibawa ke yang sebenarnya," kata dia.

Dia menduga jika kasus ini terbuka lebar, maka akan menyelamatkan tersangka Pegi, termasuk terpidana yang sudah divonis.

"Maka akan selamat lah orang yang sudah dihukum seumur hidup, termasuk pegi bebas dari tersangka.

Saya yakin polisi sudah menemukan tidak kebersalahan," pungkasnya.

Sebelumnya, Melmel berani bersaksi atas kasus Vina Cirebon dan pacarnya, Eki.

Dia mengaku melihat langsung peristiwa pembunuhan, Sabtu (27/8/2016) silam.

Menurutnya, ada sekitar 10 orang yang menyiksa Vina Cirebon dan Eki malam itu.

Namun, dia tidak berkutik karena hanya seorang diri melihat temannya dianiaya hingga tewas.

Beberapa jam sebelum kejadian, Melmel dihubungi Eki, yang mengaku ada masalah dengan Egi alias Pegi.

Melmel mengaku dekat dengan Eki dan sudah menganggapnya seperti adik.

Lalu bertemulah Melmel dengan Eki dengan Vina, serta Linda.

Eki berboncengan dengan Vina dan Melmel membonceng Linda.

Mereka berempat lalu jalan-jalan.

Namun mereka akhirnya terpisah, saat Melmel yang membonceng Linda mengisi bensin. 

Sementara Eki dan Vina terus melaju.

Saat itu, Melmel mengaku mengantar Linda pulang.

Lokasi penyiksaan

Setelah mengantar Linda pulang, Melmel kembali lagi ke tempat bertemu Eki dan Vina sebelumnya.

Ternyata, Melmel menemukan korban di Gang Bakti I di seberang SMP 11 Cirebon.

"Lokasi itu (penyiksaan) di Gang Bakti I, pas depannya SMP (SMP 11 Cirebon) itu kan ada gang masuk ke dalam tuh," katanya dalam tayangan tvOne, Kamis (30/5/2024).

Melmel kemudian mencoba mengikuti para pelaku malam itu menuju jembatan atau Jalan Layang Talun, lokasi dibuangnya jasad Vina dan Eki.

"Sempat di bawah jembatan, habis di bawah jembatan entah kenapa langsung dibawa naik ke atas.

Di atas itu terakhir dibuangnya si Eki dan Vina," ungkapnya.

Menurutnya malam itu penerangan jalan sangat terang sehingga Melmel dapat melihat wajah para pelaku.

"Saka Tatal ada, terus yang saya tahu si Ucok, entah siapa namanya panggilannya di geng motor saya enggak tahu karena saya hanya mengenal si Egi (Pegi) saja," katanya.

Setelah para pelaku menaruh jasad Vina dan Eki di Jalan Layang Talun, sebagian pelaku pergi.

"Tapi enggak semuanya pergi, kayak sudah dibagi-bagi tugas harus kemana.

Setelah sepi baru saya datangin menghampiri si Eki," tuturnya.

(tribunnews.com/tribunbogor.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved