Sosok

Sosok Rizki Juniansyah Lifter Pertama Indonesia yang Berhasil Raih Medali Emas di Ajang Olimpiade

Sosok Rizki Juniansyah lifter Indonesia yang berhasil menyumbangkan emas kedua untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024.

Editor: Novita
Instagram @timindonesia
Atlet Indonesia Rizki Juniansyah saat bertanding dalam cabang olahraga (Cabor) angkat besi putra 73kg di Olimpiade Paris 2024. 

POSBELITUNG.CO - Sosok Rizki Juniansyah lifter Indonesia yang berhasil menyumbangkan emas kedua untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024.

Indonesia kembali menambah perolehan medali emas pada Olimpiade Paris 2024.

Setelah Vedrriq Leonardo berhasil meraih medali emas pertama lewat nomor speed panjat tebing, lifter Indonesia Rizki Juniansyah mempersembahkan medali emas kedua untuk Indonesia.

Rizki berhasil meraih emas pada cabang olahraga angkat besi kelas 73 kilogram.

Ia mengukir sejarah sebagai lifter pertama Indonesia yang berhasil meraih medali emas di ajang Olimpiade.

Selain itu, Rizki juga sekaligus mencatatkan namanya sebagai pemegang Olympic Record untuk clean and jerk dengan angkatan 199kg.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur kepada Allah SWT bisa buat sejarah medali emas pertama untuk angkat besi di Olimpiade. Ini untuk angkat besi Indonesia. Terima kasih semua yang membantu dan memberikan support baik dari masyarakat, Pak Rosan, Joko Pramono, Pelatih, keluarga, CdM Anin, Raja Sapta Oktohari, Menpora, keluarga di Serang dan Banten, Buldog Gym, bapak angkat saya. Saya tidak bisa menyebutkan satu per satu. Terima kasih, ini untuk HUT RI ke-79," kata Rizki Juniansyah.

"Waktu angkatan snatch saya tertinggal, sempat deg-degan juga. Saya kemudian bsa bangkit dan semangat saya kembali untuk Angkatan clean and jerk," tuturnya.

Saat ditanya ketika lifter Shi Zhiyong (Cina) tak mampu mengangkat clean and jerk, Rizki justru respek terhadapnya.

"Saya terharu, karena dia juga teman baik saya, dia senior saya, saya respect sama dia sudah tiga kali Olimpiade dan dapat dua medali emas," ucapnya.

Salah satu mood boster Rizki adalah dihadirkannya keluarga di Paris.

CdM Anindya Bakrie langsung menerbangkan sang ibu, Yeni Rohaeni Durachim dan kakaknya, Riska Anjani Yasin.

"Kehadiran keluarga dan iu itu support nomor satu. Saya ada dalam rahim mama, mama yang terbaik. Setiap saya cium kaki dan cuci kaki mama serta meminumnya, Alhamdulillah selalu berkah," jelas Rizki.

Di awal, Rizki gagal di angkatan snatch pertama dengan berat beban 155 kg. 

Namun, di percobaan kedua, Rizki berhasil mengangkat beban yang sama. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved