Pos Belitung Hari Ini

Daftar Pilkada Belitung 2024 Isyak Meirobie dan Masdar Nawawi Bawa Warna Prabowo-Gibran

Setelah inaugurasi, pasangan ini bergerak menuju Kantor KPU Belitung untuk mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati Pilkada Belitung 2024.

Tayang:
Editor: Novita
Dokumentasi Posbelitung.co
Pos Belitung Hari Ini edisi Jumat 30 Agustus 2024 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kamis (29/8/2024), dengan latar belakang tugu yang dulunya menjadi saksi bisu perjuangan dan pengorbanan para pahlawan, Isyak Meirobie dan Masdar Nawawi memulai perjalanan politik mereka dengan semangat “Menyala Belitungku.”

Dihadiri oleh para ketua partai pengusung seperti PSI, Partai Demokrat, Partai Gerindra, serta kelompok relawan Projo dan simpatisan, inagurasi ini tidak hanya menjadi momen pengenalan pasangan calon,.

Akan tetapi juga momen refleksi atas sejarah dan komitmen untuk membangkitkan kembali semangat juang masyarakat Belitung.

“Banyak yang tidak tahu ada tugu ini di KV Senang,” ujar Isyak dalam sambutannya. 

“Dulunya, di sini banyak jenazah orang Belitung yang ditembak Belanda.”

Dengan menyinggung sejarah kelam perjuangan daerah ini, pasangan Isyak-Masdar yang mengusung jargon “IM” ingin menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan politik dengan keberanian dan komitmen, sebagaimana para pahlawan dulu.

Setelah inagurasi yang penuh makna, pasangan ini bergerak menuju Kantor KPU Belitung untuk mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati Pilkada Belitung 2024.

Namun, perjalanan mereka tidaklah biasa. Dengan mengendarai motor matic berwarna biru langit yang selaras dengan pakaian mereka, pasangan ini memimpin sebuah konvoi kendaraan yang membawa berbagai barang.

Mulai dari truk berisi tanda buah segar (TBS) sawit, pupuk, ikan, hingga bus pariwisata.

Baca juga: Paslon BerHasyl Didukung Koalisi Gemuk pada Pilkada Belitung 2024, Sylpana Sempat Alami Delay 6 Jam

Setiap barang yang diangkut memiliki makna tersendiri, mencerminkan visi dan misi serta program kerja pasangan ini. 

Isyak menjelaskan di sela-sela konferensi pers di Kantor KPU, bahwa truk dengan TBS melambangkan komitmen mereka untuk memastikan harga komoditas pertanian dan perkebunan tetap stabil dan menguntungkan bagi petani.

Truk berisi pupuk simbol penyaluran pupuk yang stabil, sedangkan truk yang membawa ikan dalam cool box menunjukkan keberlanjutan program peningkatan produksi perikanan untuk kesejahteraan nelayan. 

Truk dengan sembako menjadi simbol komitmen menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi, sementara ekskavator mini melambangkan pembangunan infrastruktur yang inovatif dan berkelanjutan.

Di akhir konvoi, bus pariwisata menjadi simbol keberpihakan pasangan ini terhadap sektor pariwisata dan UMKM, sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi Belitung.

“Kami tidak hanya bicara soal tambang dan industri, tetapi bagaimana mengelolanya dengan bijak dan bertransformasi ke sektor pariwisata dan UMKM secara bertahap,” jelas Isyak dengan antusias.

Setibanya di Kantor KPU Belitung di Jalan Anwar No. 39, Tanjungpandan, suasana meriah semakin terasa. 

Pasangan Isyak-Masdar disambut dengan berbagai tradisi adat, mulai dari tarian barongsai hingga prosesi sekapur sirih.

Begitu turun dari motor, Isyak yang penuh energi segera mengambil mikrofon dan melontarkan pantun-pantun yang mengundang tawa dan tepuk tangan dari para pendukungnya.

“Pergi ke tikungan membeli gulai, penjualnya berbaju katun. Hari ini membawa Kik Sulai, biar menang berbalas pantun,” canda Isyak.

Suasana semakin akrab ketika ia melanjutkan pantun lainnya, membuat suasana menjadi hangat dan penuh keceriaan.

Bersama dengan para ketua partai pendukung dari PSI, Partai Demokrat, dan Partai Gerindra, pasangan ini memasuki ruang pendaftaran dan disambut oleh Ketua KPU Belitung, Amir Husin, beserta jajaran komisioner.

Proses pendaftaran berlangsung lancar, diawasi langsung oleh Ketua Bawaslu Belitung, Rezeki Aris Munazar.

Di KPU, Isyak menjelaskan mengapa mereka memakai warna biru langit. 

”Warna ini adalah warna Prabowo-Gibran, yang mencerminkan harapan dan optimisme untuk pemulihan ekonomi Belitung,” ungkap Isyak.

Selain itu, penggunaan motor matic juga menjadi simbol empati terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa-masa sulit.

“Mengendarai motor adalah cara kami menunjukkan kedekatan dengan rakyat, yang sebagian besar juga menggunakan kendaraan serupa,” tambahnya.

(dol)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved