Kasus Korupsi Timah

PH Amir Cecar Staf Divpam PT Timah, Ajak TNI/Polri Tindak Tambang Timah Ilegal Tapi Infonya Bocor

Menurutnya, polisi dan TNI diminta bantuan dalam rangka operasi gabungan menindak praktik tambang ilegal di wilayah IUP PT Timah Tbk.

Tayang:
Editor: Alza
Dok. Pribadi Zainul Arifin
Zainul Arifin, Penasehat Hukum Amir Syahbana saat memberikan keterangan pers di Rutan Salemba Jakarta Pusat. 

Sumadi menjelaskan, pihaknya mengirimkan surat permintaan pendampingan pengamanan itu langsung kepada Kapolda.

Hanya saja Sumadi tak menjelaskan secara rinci nama Kapolda yang ia maksud.

Sebab kata dia pada saat itu surat permintaan pendampingan pengamanan dikirimkan stafnya.

"Kita langsung ke Kapolda-nya pak. Biasanya ke KaOps-nya," kata Sumadi.

"Yang ngirim bapak atau siapa?" tanya lagi tim kuasa hukum.

"Ada staf yang ngirim pak," ucap Sumadi.

"Setahu saudara, staf itu melapor ke saudara mengirimnya ke mana?" tanya kuasa hukum.

"Itu ke Kapolda pak," kata Sumadi.

"Dia tidak jelaskan?," tanya tim hukum.

"Engga, ke Kapolda saja ke staf Kapolda," ujar Sumadi.

Kemudian Sumadi juga mengaku operasi gabungan yang melibatkan APH itu memang sering dilakukan.

Namun, kata dia informasi soal rencana operasi gabungan itu kerap bocor.

Sehingga para pelaku tambang ilegal kabur meninggalkan lokasi sebelum aparat datang.

Sumadi melanjutkan, pada saat tim gabungan tiba di lokasi yang ada hanya alat-alat yang digunakan para penambang ilegal.

"Pernah gak saudara saksi mengetahui ada penindakan gabungan atau terpisah?" tanya tim hukum.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved