Opini
Tantangan Transformasi Ekonomi di Bangka Belitung
Transformasi ekonomi Bangka Belitung belum menggembirakan, dilihat dari 2 (dua) indikator utama, yaitu tenaga kerja dan pergeseran sektoral.
TANTANGAN TRANSFORMASI EKONOMI
Oleh: Dr Darol Arkum
(Rektor Institut Pahlawan 12 Sungailiat Bangka Belitung)
POSBELITUNG.CO - Transformasi ekonomi Bangka Belitung belum menggembirakan, dilihat dari 2 (dua) indikator utama, yaitu tenaga kerja dan pergeseran sektoral.
Lapangan pekerjaan utama tahun 2020-2022 didominasi oleh sektor jasa 44,20 persen diikuti oleh manufaktur 30,75 persen dan pertanian 25,05 persen.
Sektor manufaktur sudah cukup baik menyerap tenaga kerja namun penyumbang terbesar berasal dari sektor pertambangan sebesar 19.01 persen dan industri hanya 6.87 persen.
Sementara sektor jasa berpluktuatif cenderung menurun karena dipengaruhi oleh sektor pertambangan yang bersifat pengganggu sektor lainnya.
Kualitas tenaga kerja juga masih sangat jauh dari harapan.
Mayoritas angkatan kerja didominasi oleh penduduk berpendidikan menengah dan rendah sebesar 87,85 persen.
Ini berarti kualitas tenaga kerja masih sangat rendah dan jauh dari ekspektasi dunia industri yang mensyaratkan tenaga kerja dengan kompetensi dan produktivitas tinggi.
Pertumbuhan rataan ekonomi Bangka Belitung selama 19 tahun (2004-20240) hanya 4,06 persen di bawah rataan nasional sebesar 4,66 persen.
Sektor/lapangan usaha basis yang memiliki keunggulan komperatif, kompetitif dan spesialisasi dalam kurun waktu 14 tahun terakhir (2010-2023) adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan.
Namun, sektor ini masih dikelola berbasis ekstraktif sehingga belum memiliki nilai tambah tinggi.
Transformasi ekonomi diharapkan dapat menggeser struktur ekonomi yang semula berbasis komoditas, menjadi ekonomi dengan tatakelola investasi, produksi, dan jasa pelayanan yang memiliki nilai tambah tinggi.
Ini dapat meningkatkan daya saing perekonomian Bangka Belitung dan kualitas hidup masyarakat.
Perencanaan Transformatif
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan langkah yang tepat.
| Bertahan di Era Paperless, Kisah Jatuh Bangun Usaha Fotokopi Legendaris di Pangkalpinang |
|
|---|
| 44 GW PLTN Pada 2060, Peta Jalan Energi Nasional Sudah Tuntas |
|
|---|
| Dunia Kembali ke Nuklir, Indonesia Menapaki Jalan PLTN Pertama |
|
|---|
| Pilkada Melalui DPRD: Ancaman Sentralisme Kekuasaan dan Lonceng Kematian Demokrasi Lokal |
|
|---|
| Menuju Kedaulatan Energi: Siapa Memimpin, Siapa Menonton? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240904_darol.jpg)