Opini

Tantangan Transformasi Ekonomi di Bangka Belitung

Transformasi ekonomi Bangka Belitung belum menggembirakan, dilihat dari 2 (dua) indikator utama, yaitu tenaga kerja dan pergeseran sektoral.

Tayang:
Editor: Alza
Istimewa
Dr Darol Arkum, Rektor Institut Pahlawan 12 Bangka Belitung. 

Kedelapan, isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Transformasi ekonomi tidak dapat dipisahkan dari isu-isu lingkungan dan keberlanjutan.

Perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan tekanan pada sumber daya alam adalah tantangan besar yang dihadapi oleh negara-negara di seluruh dunia.

Untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, negara-negara harus mengintegrasikan pertimbangan lingkungan ke dalam strategi transformasi ekonomi. 

Kesembilan, perubahan demografi. Populasi berkualitas tinggi menjadi syarat untuk perubahan struktur ekonomi. Hasil riset menunjukkan bahwa jumlah penduduk di seluruh negara berkembang merupakan prasyarat penting terhadap penciptaann pertumbuhan ekonomi (Bank Dunia, 2023).

Negara-negara dengan populasi yang menua menghadapi penurunan tenaga kerja dan produktivitas serta beban bagi demografi.

Sementara, populasi muda perlu diberikan akses pendidikan tinggi dan keterampilan yang berkualitas untuk mengakses tenaga kerja bagi dunia industri.

Transformasi ekonomi merupakan proses yang kompleks dan penuh tantangan. Namun, penting untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Negara-negara yang berhasil melakukan transformasi ekonomi adalah negara yang mampu mengatasi tantangan-tantangan dengan komitmen dan langkah nyata, penguatan kelembagaan, investasi yang masif, inovasi serta investasi sumber daya manusia bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Para ekonomi dunia sepakat bahwa tidak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua dalam proses transformasi ekonomi.

Setiap negara harus mengembangkan strategi yang sesuai dan tepat dengan kondisi ekonomi, sosial, dan politiknya. 

Namun, ada beberapa prinsip umum yang harus dilakukan termasuk diversifikasi ekonomi, investasi pendidikan dan infrastruktur, adopsi teknologi dan inovasi, serta komitmen terhadap stabilitas politik dan keberlanjutan lingkungan.

Bangka Belitung dapat mencontoh Tiongkok. Song Ligang dalam bukunya The Chinese economic transformation (2019) menjelaskan China melakukan gebrakan ekonomi dan pendidikan.

Misi pemerintah mengundang investor untuk masuk ke Bangka Belitung dengan cara membuat regulasi untuk memudahkan investor dapat dikatakan langkah tepat.

Bangka Beitung dapat meluaskan pasar ekspor dan menggenjot UMKM agar dapat bersaing dalam perdagangan nasional dan global. Dari segi pendidikan, Bangka Belitung dapat membuat keputusan yang sangat mempengaruhi peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi.

Program beasiswa dan pertukaran pelajar ke luar negeri oleh kampus lokal dan sesama kampus dalam negeri, magang, dan banyak program lainnya.

Namun, Penekanan program juga dilakukan pada daya saing pelajar dan mahasiswa. untuk lebih memperbanyak kesempatan masyarakat untuk dapat belajar di luar negeri dengan berbagai beasiswa dari pemerintah. (*) 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved