Pilkada Belitung Timur 2024

Soal Layanan Berbasis Digital, Paslon 2 Sebut Teknologi Starlink, Paslon 1 Respon Ada Lawang Beltim

Soal pelayanan berbasis digital, pasangan calon nomor urut 2 berencana memanfaatkan teknologi Starlink untuk meningkatkan akses internet.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Kamri
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Debat publik kedua Pilkada Belitung Timur 2025 berlangsung Minggu (17/11/2024) di Auditorium Zahari MZ, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. 

POSBELITUNG.CO - Soal pelayanan berbasis digital, pasangan calon nomor urut 2 berencana memanfaatkan teknologi Starlink untuk meningkatkan akses internet.

Merespon rencana itu, pasangan calon nomor urut 1 menjelaskan bahwa pelayanan berbasis digital di Belitung Timur saat ini telah ada yaitu Lawang Beltim, platform pelayanan digital terpadu yang sudah diterapkan di Belitung Timur. 

Masalah pelayanan berbasis digital ini berawal saat paslon nomor urut 2 Pilkada Belitung Timur, Kamarudin Muten dan Khairil Anwar mendapatkan pertanyaan mengenai peningkatan pelayanan publik berbasis digital untuk masyarakat

Pertanyaan itu muncul pada sesi kedua debat publik kedua yang berlangsung Minggu (17/11/2024) malam di Auditorium Zahari MZ, Manggar. 

Pertanyaan itu ditujukan kepada paslon nomor urut 2.

Cawabup nomor urut 2, Khairil Anwar mengungkapkan rencana mereka untuk meningkatkan akses internet di seluruh daerah hingga ke pulau-pulau terluar di Belitung Timur dengan memanfaatkan teknologi Starlink.  

“Kami berkomitmen menciptakan kota digital yang benar-benar inklusif.

Salah satu prioritas kami adalah memastikan akses internet tersedia di seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terluar, dengan menggunakan teknologi Starlink.

Ini akan membuka peluang pelayanan publik digital yang lebih efisien dan merata,” jelas Khairil.  

Baca juga: Debat Publik Kedua Pilkada Beltim 2024, Paslon Paparkan Program Prioritas Masa Depan Daerah

Pernyataan ini mendapat respon oleh paslon nomor urut 1, yaitu cawabup Ali Reza Mahendra.

Ali menjelaskan saat ini sudah ada pelayanan berbasis digital di Belitung Timur yaitu Lawang Beltim, platform pelayanan digital terpadu yang sudah diterapkan di Belitung Timur. 

Namun, Khairil mengapresiasi inovasi tersebut, tapi juga mengkritisi kenyataan di lapangan. 

“Kami rasa faktanya, banyak masalah teknis yang membuat platform ini sering tidak bisa diakses bahkan selama berminggu-minggu.

Komitmen kami adalah membenahi seluruh perangkat lunak dan infrastruktur agar pelayanan publik benar-benar berjalan optimal,” jelasnya.

(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved