Berita Bangka Belitung

Pengelola Tempat Wisata di Bangka Barat Diajari Pemasaran Digital

Pengelola desa wisata dan kelompok sadar wisata di Bangka Barat mendapat pelatihan mengenai pemasaran digital. 

Tayang:
Penulis: Riki Pratama | Editor: Kamri
Bangkapos.com/Riki Pratama
Pantai Batu Rakit salah satu tempat wisata di Mentok,Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sejumlah pengelola tempat wisata di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seperti pengelola desa wisata dan kelompok sadar wisata mendapat pelatihan mengenai pemasaran digital.  

POSBELITUNG.CO -Sejumlah pengelola tempat wisata di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seperti pengelola desa wisata dan kelompok sadar wisata mendapat pelatihan mengenai pemasaran digital

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat ini dalam upaya meningkatkan daya tarik wisata di Kabupaten Bangka Barat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ali menjelaskan dalam upaya menarik wisatawan datang ke Bangka Barat, maka diperlukan keterampilan dan pengetahuan agar dapat membuat daerah menarik dikunjungi.

Lantaran hal itu, pihaknya melaksanakan pelatihan pemasaran digital ke pengelola desa wisata dan kelompok sadar wisata di Bangka Barat.

"Harapan kita, setelah menambah wawasan mengenai penggunaan teknologi, dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan," jelas Ali kepada Bangkapos.com, Rabu (20/11/2024) di Mentok.

Menurutnya, sejumlah pengelola tempat wisata telah diajarkan melalui kegiatan pelatihan pemasaran digital ini.

"Semoga mereka dapat menambah wawasan, pengetahuan dan menambah pengalaman dalam hal digitalisasi.

Untuk selanjutnya diimplementasikan oleh seluruh peserta dalam pemasaran wisata mereka,” lanjutnya.

Baca juga: UMP Bangka Belitung 2025 Terbaru, Elius Gani Ungkap Hasil Saran Rapat Hari Ini 

Ali mengharapkan pelaku dan pengelola wisata dapat meningkatkan daya tarik wisataan, yaitu dengan menguasai pemasaran digital yang efektif.

"Khususnya dalam memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar mereka," ujarnya.

Ali menjelaskan tantangan saat ini adalah bagaimana dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh dunia digital.

Pemasaran digital kepariwisataan harus berbasis teknologi informasi dan praktik penggunaan media sosial untuk pemasaran pariwisata. 

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved