Berita Bangka Belitung

Alobi Foundation Bangka Belitung Kembalikan Trenggiling ke Habitat

Alobi Foundation Bangka Belitung kembali melakukan pengembalian atau pelepasliaran satu ekor trenggiling

Tayang:
Penulis: Rifqi Nugroho | Editor: Kamri
Istimewa
Alobi Foundation Bangka Belitung melakukan proses pelepasliaran Trenggiling di area hutan konservasi di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO - Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation Bangka Belitung kembalikan atau pelepasliaran seekor trenggiling (manis javanica) ke habitat alaminya pada periode bulan Desember 2024.

Sebelum dikembalikan ke habitatnya, trenggiling itu telah melalui proses pemeriksaan sesuai standar.

Hal itu untuk memastikan satwa liar itu bisa bertahan hidup secara baik di alam habitatnya setelah dikembalikan.

Manajer PPS Alobi Foundation Bangka Belitung, Endi R Yusuf mengemukakan pelepasliaran trenggiling yang merupakan satwa dilindungi undang-undang itu dilakukan pada salah satu area hutan konservasi di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Trenggiling ini sebelumnya kami dapatkan dari penyerahan masyarakat.

Infonya ditemukan oleh warga Bukit Layang.

Waktu itu masyarakat punya kesadaran kalau satwa ini dilindungi sehingga diserahkan ke Alobi Foundation," kata Endi, Jumat (20/12/2024).

Baca juga: Kisah Inspiratif Desi Peserta SKB CPNS 2024 Belitung Timur, Tekad Kuat di Atas Kursi Roda

Kondisi awal trenggiling cukup baik saat diserahkan.

Lantaran hal itu, membuat proses pengembalian satwa dilindungi itu ke habitatnya tidak membutuhkan waktu yang lama.

"Kondisi saat diserahkan cukup baik sekali ya, secara fisik ataupun insting masih cukup baik sehingga bisa kita lepasliarkan kembali dalam waktu yang tidak cukup lama," ujarnya.

Endi menjelaskan sebelum dikembalikan ke alam liar, trenggiling itu telah melalui proses pemeriksaan sesuai standar untuk memastikan satwa bisa bertahan hidup di alamnya.

"Setiap satwa yang masuk ke kita pasti dilakukan pemeriksaan, terutama fisik untuk memastikan tidak adanya luka di bagian tubuh mereka.

Kemudian kita juga melakukan pengukuran fisik, baru setelah kita masukkan ke kadang rehab untuk melihat insting masing-masing hewan," ucap Endi.

Baca juga: Kalender 2025 Lengkap dengan Tanggal Merah Libur Lebaran 2025 Berapa Hari Lagi?

"Setelah melalui beberapa prosedur itu, ketika hewan sudah dipastikan memiliki kondisi fisik dan insting yang cukup baik, akan langsung kami lakukan pelepasan kembali agar populasi mereka tidak terganggu," ujarnya.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved