Pos Belitung Hari Ini
LIPSUS - Masyarakat Semakin Kritis
Pilkada Ulang 2025 di Pangkalpinang dan Bangka menjadi pesta demokrasi yang menarik disimak.
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Pilkada Ulang 2025 di Pangkalpinang dan Bangka menjadi pesta demokrasi yang menarik disimak.
Hal ini berkaca dari hasil Pilkada 2024 di dua daerah tersebut.
Rektor Pertama Universitas Bangka Belitung sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Bangka Belitung, Prof Bustami Rachman tidak menampik jika pendidikan politik masyarakat Babel memang belum sebaik dibandingkan dengan pola pikir masyarakat di negara-negara maju.
Namun untuk konteks Pilkada Pangkalpinang 2024 dan Pilkada Bangka 2024, dia menyebut masyarakat sudah cukup cerdas untuk menentukan pilihan mereka masing-masing.
Prof Bustami menganalogikan, apa yang terjadi pada Pilkada Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang pada dasarnya menjadi bumerang bagi partai politik yang terlalu jemawa dan kurang berhati-hati dalam bertindak.
"Jadinya jadi bumerang toh, akibat dari hasil Pilkada ini orang-orang (partai politik-red) pasti mikir ulang untuk kembali mencalonkan calon tunggal atau tidak, dan ini juga sebenarnya bisa menjadi tanda bahwa masyarakat tidak mudah untuk dikendalikan," ujar Prof Bustami saat dibincangi Bangka Pos Group, Kamis (20/12/2024).
Ia berharap kondisi ini pada dasarnya bisa menjadi pembelajaran bagi semua partai politik agar lebih jeli dalam memilih pasangan calon yang akan bertarung pada bulan Agustus 2025 nantinya.
Lebih lanjut, ia juga berharap agar pasangan calon yang bertarung nantinya dapat berjumlah lebih dari satu pasangan calon guna menghidupkan kembali warna demokrasi yang sempat lesu pada Pilkada tahun ini.
"Saya harap ini bisa jadi pembelajaran bagi semua pelaku politik di Bangka Belitung. Selain itu kita juga berharap agar syarat 20 persen threshold itu bisa ditinjau kembali, agar tidak ada lagi kotak kosong pada Pilkada ke depan," kata Prof Bustami.
Unsur ketokohan
Perlu diketahui, kata Prof Bustami, karakteristik pemilihan kepala daerah (Pilkada) berbeda dengan pemilihan legislatif.
Ia menjelaskan, faktor pemilihan kepala daerah cenderung lebih menitikberatkan pada unsur ketokohan yang ada pada diri pasangan calon tersebut.
"Faktor Pilkada ini sebenarnya lebih kepada tokoh, bukan kepada visi dan misi. Saya melihat, visi misi ini masih jadi faktor nomor sekian, yang terpenting, orang atau masyarakat itu suka atau tidak dengan tokoh tersebut, itu yang utama," jelasnya.
Sayangnya, kata Prof Bustami, hal ini pula yang menjadi masalah, apabila ketokohan yang ada pada diri pasangan calon justru lebih banyak kurang disukai oleh masyarakat.
"Yang jadi persoalan kemudian adalah apabila tokoh ini justru banyak yang tidak menyukainya, atau biasa yang kita sebut resistensi dalam istilah politik. Kenapa kurang disukai, kalau ia calon petahana, bisa jadi apa yang ia buat selama 5 tahun kemarin masih jauh dari ekspektasi masyarakat. Atau bisa juga ketokohan yang ada pada dirinya masih dilihat kurang oleh masyarakat," ujarnya.
Pos Belitung Hari Ini
Prof Bustami Rahman
Pilkada Pangkalpinang 2024
Bangka Belitung
Posbelitung.co
partai politik
| Kisah Pemburu Rusa Sayang Istri Bertemu Kakek Sakti Si Pahit Lidah dalam Legenda Batu Rusa |
|
|---|
| Cucu Bersyukur Suaminya Selamat dari Tenggelamnya KM Rahma Jaya di Perairan Karang Antu |
|
|---|
| Kejari Basel Fokus Kejar Kasus Korupsi Lingkungan Turunan Tata Niaga Timah Rp300 Trilliun |
|
|---|
| Gubernur Babel Lapor Balik Fira Dugaan Pengaduan Palsu dan Pencemaran Nama Baik |
|
|---|
| TNI AL Tarik Ponton Tambang Ilegal di Pantai Asmara yang Ancam Kabel Listrik Bawah Laut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20241223-Pos-Belitung-Hari-Ini-Edisi-Senin-23-Desember-2024.jpg)