Kuliner Bangka Belitung

Mengenal Lakso Habang Kuliner Khas Bangka Belitung Populer Sejak 1904

Tertarik mengenal lakso habang kuliner khas Bangka Belitung satu ini yang menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb)

Editor: Kamri
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Lakso Habang yang dijual pedagang di sekitar Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lakso habang kuliner khas Bangka Belitung satu ini merupakan salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang ditetapkan oleh pemerintah. 

POSBELITUNG.CO – Mengenal lakso habang kuliner khas Bangka Belitung yang ternyatamerupakan salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Lakso habang kuliner khas Bangka Belitung ini berasal dari Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Makanan tradisional berbahan dasar tepung beras yang diolah hingga berbentuk seperti mi ini merupakan makanan yang disajikan dengan kuah terbuat dari santan dicampur ikan dan aneka rempah.

Sajiannya ditaburi bawang goreng dan tambah cabai untuk menambah rasa pedas.

Rasa kenyal dan lembut dari lakso berpadu gurih dari kuah ikan ini memberikan sensasi tersendiri bagi penikmatnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Elfan Rulyadi mengungkapkan lakso habang telah ditetapkan pemerintah sebagai WBTB sejak akhir tahun 2023 lalu. 

Lakso habang diajukan melalui pencatatan WBTB sejak tahun 2021.

Pengajuan lakso habang ini bersamaan beberapa kuliner khas Bangka Selatan lainnya. 

Baca juga: Tempat yang Enak Buat Nongkrong di Pangkalpinang, Kopi Ayani Coffee & Eatery Sedia Aneka Kopi Klasik

Dalam proses pengajuannya, lakso habang beberapa kali mengalami penangguhan dan perbaikan.

Baik itu mengenai kajian terhadap narasi sejarah, nilai, makna hingga pelestariannya. 

Lakso habang asal Kota Toboali atau dikenal juga dengan Lakso urang Habang ini populer sejak tahun 1904. 

Makanan satu ini sudah ada sejak 120 tahun lalu.

Lakso merupakan makanan dari perpaduan budaya Tionghoa dan Melayu yang ada di Bangka Belitung, khususnya Kota Toboali.

Lakso lahir dari kebiasaan orang-orang Tionghoa Bangka yang tinggal di Toboali mengonsumsi mi, yang mereka sebut miyan. 

Lakso sudah menjadi jajanan atau kuliner khas Kota Toboali.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved