Kuliner Bangka Belitung

Mengenal Lakso Habang Kuliner Khas Bangka Belitung Populer Sejak 1904

Tertarik mengenal lakso habang kuliner khas Bangka Belitung satu ini yang menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb)

Editor: Kamri
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Lakso Habang yang dijual pedagang di sekitar Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lakso habang kuliner khas Bangka Belitung satu ini merupakan salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Hingga saat ini sudah diwariskan secara turun-temurun. 

“Makanan khas Melayu Bangka yang sudah ada sejak 120 tahun silam.

Lakso Habang beberapa kali mengalami penangguhan dan perbaikan,” jelas Elfan kepada Bangkapos.com, Sabtu (4/1/2025).

Baca juga: Kalender Maret 2025 Lengkap dengan Hijriyah, Awal Puasa 2025 Jatuh Pada Tanggal Berapa?

Pemerintah daerah bersama perangkat daerah lain saat ini mulai gencar melakukan promosi, publikasi, pendampingan atau pembinaan.

Terutama terhadap konsistensi kualitas serta pengemasan, sekaligus penyajian lakso habang di setiap acara pemerintahan daerah. 

Penyajian makanan tradisional dalam setiap acara pemerintahan menjadi modal untuk memperkenalkan lakso habang ke masyarakat luas.

Hal ini bertujuan agar dapat membantu dan membawa merek lakso habang beserta warisan budaya takbenda lainnya ke tingkat nasional dan internasional. 

Dengan begitu, menjadi momentum penting untuk pengembangan sektor pariwisata dari sisi kebudayaan.

“Kami berharap makanan tradisional ini bisa terus dilestarikan di masyarakat agar bisa menumbuh kembangkan rasa cinta terhadap daerah,” jelas Elfan. 

Lakso Habang yang dijual pedagang di sekitar Kota Toboali, Bangka Selatan.
Lakso Habang kuliner khas Bangka Belitung berasal dari Toboali, Bangka Selatan. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Eksistensi kuliner khas Bangka Belitung lakso habang ini memang mulai tersaingi di tengah maraknya jajanan kekinian. 

Jumlah penjual lakso habang di Toboali pun kini hanya dalam hitungan jari.

Satu diantara yang masih bertahan adalah Mila (50), yang berada di Jalan Bukit Permai, Kelurahan Toboali.

Mila masih eksis menjajakan lakso sejak hampir 14 tahun silam. Bahkan lakso yang dijual itu masih dikemas dengan menggunakan daun berbentuk mangkok. 

Lakso habang yang dijajakan cuma Rp3.000 per satuan.

“Sudah hampir 14 tahun menjajakan lakso.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved