TNI Tembak TNI di Belitung

Pengakuan Sudiono, Rumahnya Jadi Tempat Persembunyian Sertu Hendri di Belitung

“Saya kaget tadi habis antar cucu sekolah, ada tentara bilang jangan pulang ke rumah,” tutur Sudiono kepada Pos Belitung. Ia masih terlihat terguncang

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Teddy Malaka
posbelitung.co/dede s
Rumah milik Sudiono dijaga ketat personel gabungan pada Selasa (14/1/2025). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG — Sudiono, seorang pria berusia 66 tahun, tak menyangka rumahnya di Jalan Anwar Aid, Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung, menjadi lokasi persembunyian Sertu Hendri, seorang disertir TNI yang menjadi buronan.

Pada Selasa (14/1/2025), rumahnya dikepung tim gabungan Subdenpom Persiapan Belitung, Kodim 0414 Belitung, dan Polres Belitung, menciptakan suasana tegang di lingkungan yang padat penduduk.

“Saya kaget tadi habis antar cucu sekolah, ada tentara bilang jangan pulang ke rumah,” tutur Sudiono kepada Pos Belitung. Ia masih terlihat terguncang oleh kejadian tersebut.

Rumah Sudiono terdiri dari dua bangunan yang saling berdampingan. Bangunan pertama ia tinggali bersama istrinya, sementara bangunan kedua dihuni oleh anak sulung dan cucu-cucunya. Karena itu, Sudiono mengaku tidak mengetahui waktu pasti kedatangan Sertu Hendri.

“Sumpah saya tidak tahu dia datang, lihat orangnya saja tidak. Karena saya sudah tidur jam 21.30 WIB semalam,” ungkapnya. Meski tidak menyadari keberadaan Hendri, Sudiono mengenal pria tersebut dari masa lalu. Hendri, yang pernah bertugas di Kodim 0414 Belitung, sering memintanya bekerja membersihkan lahan.

Menurut Sudiono, selama ini tidak pernah ada ancaman dari Sertu Hendri terhadap keluarganya. Bahkan, menurut informasi dari anaknya, keberadaan Hendri di rumah tersebut tidak menimbulkan keributan.

“Sumpah lila taala, dunia akhirat tidak ada itu. Di rumah itu kan ada anak saya sama dua cucu, alhamdulillah aman,” ujarnya lega. Meskipun demikian, kehadiran aparat keamanan yang mengepung rumahnya membuat Sudiono dan keluarganya tetap waspada.

Lokasi rumah Sudiono berada di area yang padat penduduk, dengan jarak antar rumah tidak lebih dari lima meter. Situasi ini membuat pengepungan tim gabungan menjadi perhatian warga sekitar.

Mereka memadati area luar, sementara personel bersenjata memastikan tidak ada celah bagi Sertu Hendri untuk melarikan diri.

Hingga berita ini ditulis, aparat keamanan masih berjaga ketat di sekitar rumah Sudiono. Pengepungan ini menjadi bagian dari upaya menangkap Sertu Hendri yang telah menjadi buronan sejak 2024.

“Alhamdulillah semuanya aman. Saya hanya berharap masalah ini segera selesai,” pungkas Sudiono, berharap ketegangan ini segera berakhir.

Suara Tembakan

Ketegangan menyelimuti kawasan Jalan Anwar Aid, Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (14/1/2025) pagi. Sejumlah personel Subdenpom Persiapan Belitung bersama Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kepulauan Bangka Belitung mengepung sebuah rumah. Di dalamnya, Sertu Hendri, mantan prajurit TNI AD yang kini menjadi buronan, diyakini bersembunyi.

Hendri bukan sekadar pelarian biasa. Ia adalah disertir yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2024 setelah terlibat serangkaian pelanggaran berat, termasuk perampokan di Palembang pada 2023.

Vonis Mahkamah Militer menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dan pemecatan dari dinas militer.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved