Berita Bangka Belitung

DKUKM Babel Gandeng UBB Luncurkan Program Inovatif, Dukung Penyerapan KUR Melalui Gempur

DKUKM Bangka Belitung meluncurkan berbagai program inovatif guna mendukung penyerapan kredit usaha rakyat (KUR).

Tayang:
Editor: Kamri
Indonesia.go.id
Ilustrasi kredit usaha rakyat (KUR). Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meluncurkan berbagai program inovatif guna mendukung penyerapan kredit usaha rakyat (KUR). 

POSBELITUNG.CO – Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meluncurkan berbagai program inovatif guna mendukung penyerapan kredit usaha rakyat (KUR).

Seperti meluncurkan program Gempur (Gerakan Mahasiswa Pendamping KUR) dengan menggandeng Universitas Bangka Belitung (UBB). 

"Untuk Gempur ini, kita mangajak mahasiswa, dimana mahasiswa yang aktif mendampingi UMKM dalam mengakses KUR akan mendapatkan penghargaan," jelas Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil DKUKM Babel, Muslim El Hakim Kurniawan, Jumat (17/1/2025).

Ada juga program KUR Goes to Desa yang diperuntukkan untuk melakukan sosialisasi KUR di desa-desa produktif. 

DKUKM Bangka Belitung juga telah menyiapkan tim operator Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) di kabupaten/kota.

Hal ini dilakukan untuk mempermudah input dan pembaruan data calon debitur KUR potensial.

Muslim mengimbau pelaku UMKM agar lebih berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan bank atau lembaga keuangan.

"Jangan beri informasi sebelum verifikasi.

Tanya ke Dinas terkait atau Konsultan PLUT.

Beberapa UMKM melaporkan kasus top-up pinjaman oleh oknum bank tanpa persetujuan mereka.

Pastikan untuk memverifikasi setiap tawaran pinjaman mencurigakan," kata Muslim.

Baca juga: Perayaan Natal Oikumene di Bangka Belitung, Ketua DPRD Babel Ajak Jaga Persatuan Bangsa

DKUKM Bangka Belitung saat ini mencatat total nilai akad kredit usaha rakyat (KUR) mencapai Rp1,62 triliun.

Sementara jumlah debitur sebanyak 35.460 orang di tahun 2024. 

Total nilai KUR ini meningkat jika dibandingkan tahun 2023.

Perinciannya, yaitu nilai akad sebesar 9,45 persen dibandingkan tahun 2023 yang besaran totalnya Rp1,48 triliun.

Sedangkan jumlah debitur naik 8,90 persen jika dibandingkan 2023 yang berjumlah 32.561 debitur.

Muslim El Hakim Kurniawan, mengungkapkan peningkatan total nilai KUR ini menjadi bukti bahwa pelaku UMKM terus bergerak agresif, kendati perekonomian secara umum mengalami tekanan.

"Peningkatan penyaluran ini menunjukkan adanya peluang besar.

Di tengah tantangan ekonomi, UMKM tetap berinovasi dan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi daerah," kata Muslim.

Menurut Muslim, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat penyerapan KUR tertinggi dengan total Rp758,55 miliar. 

Disusul sektor perdagangan dan eceran sebesar Rp552,86 miliar.

Kemudian sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya sebesar Rp258,05 miliar.

Baca juga: Kalender Januari 2025 Lengkap dengan Weton Tanggal 19 Januari 2025

Sektor industri pengolahan yang diharapkan mampu menyerap lebih banyak KUR hanya mencatatkan penyerapan sebesar Rp58,92 miliar. 

Muslim mengatakan rendahnya penyerapan di sektor pengolahan ini dikarenakan beberapa faktor.

Seperti perlunya rekam jejak usaha yang baik dan pencatatan keuangan yang memadai sebagai syarat pengajuan KUR.

"Sebenarnya, tanpa agunan tambahan untuk plafon maksimal Rp500 juta, yang dinilai adalah performa usaha itu sendiri.

Sayangnya, banyak UMKM yang belum memiliki pembukuan keuangan yang rapi," jelasnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved