Berita Bangka Belitung

Madu Hutan Bangka Belitung Kian Diminati Pasar Luar Daerah

Sejumlah pelaku UMKM madu hutan Bangka mulai memasarkan produknya ke berbagai kota di Indonesia, bahkan berupaya menembus pasar ekspor.

Tayang:
Penulis: Erlangga | Editor: Fitriadi
Dokumentasi Posbelitung.co
MADU HUTAN - Foto ilustrasi proses panen madu hutan di Desa Lintang, Kecamatan Simpang Regiang, Kabupaten Belitung Timur, Rabu (11/8/2021). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Madu hutan liar asal Bangka Belitung memiliki keunggulan tersendiri.

Karena itu, madu hutan Bangka tidak hanya dikonsumsi masyarakat lokal, tapi juga semakin diminati pasar luar daerah.

Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai memasarkan produknya ke berbagai kota di Indonesia, bahkan berupaya menembus pasar ekspor.

Baca juga: Kisah Menegangkan saat Pemburu Madu Liar Bangka Dikerubungi Ribuan Lebah di Atas Pohon

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, mengatakan produk madu daerah memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan wilayah lain. 

“Kalau madu memang potensinya bagus. Banyak yang beli dari luar daerah karena madu kita punya ciri khas,” kata Arie Primajaya saat diwawancarai Bangkapos.com (grup Posbelitung.co ) pada Kamis (7/5/2026).

Menurut Arie, madu pelawan menjadi salah satu produk unggulan karena memiliki rasa dan aroma khas yang berasal dari nektar bunga pohon pelawan.

“Kalau madu pelawan itu pasti bisa jadi produk unggulan daerah. Karena itu khas, tidak semua daerah punya,” katanya.

Ia menjelaskan, nilai ekonomi madu pelawan tergolong tinggi karena bergantung pada musim berbunga yang tidak terjadi setiap tahun. 
Kondisi ini menjadikan pasokan terbatas, sementara permintaan terus meningkat.

Sejumlah pelaku UMKM, lanjutnya, telah mencoba menembus pasar luar negeri.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala, terutama terkait standar uji laboratorium dan kandungan nutrisi.

“Ada yang hampir ekspor, tapi terkendala hasil uji laboratorium yang belum memenuhi syarat,” ujarnya.

Ia menambahkan, persaingan produk madu di pasar global cukup ketat. 

“Kemarin ada yang hampir masuk pasar luar, tapi kalah di uji nutrisi dengan produk dari Malaysia,” kata Arie.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap optimistis terhadap peluang pasar madu.

DKUKM terus memberikan dukungan melalui promosi, pendampingan, hingga pemasaran digital dan pameran.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved