Opini
Risau Karena Sang Berbinar Shabrina Leanor
Oleh: Zikri Hayat Penikmat musik, digital media strategy, penulis iklan dan pencinta mati Pulau Belitong
Oleh: Zikri Hayat
Penikmat musik, digital media strategy, penulis iklan dan pencinta mati Pulau Belitong
BICARA tentang perlombaan bernyanyi, rasanya hingga kini belum ada lagi penyanyi asal Belitong yang memukau dan berjaya di ajang kontestasi tarik suara nasional yang basis penyiaran media televisi.
Dulu ada Bang Moel KDI, walau beliau tak jadi pemuncak namun saya cukup bangga dengan pencapaiannya.
Jauh sebelum itu, diera 80-an ada Bang Escape Jolly Barito, dalam catatan saya beliau adalah penyanyi Belitong pertama yang ‘masok tipi’ di acara Wajah Baru TVRI. Bang Escape menjadi buah bibir kala itu, memberikan optimisme penyanyi lokal dalam mengeluti kesenian bernyanyi.
Di era digitalisasi saat ini, penyampaian pesan yang begitu sangat cepat, pengolahan issue, pengalangan dukungan begitu sangat mudah. Banyaknya platform media sosial saat ini membuat audience dengan mudah untuk menentukan pilihan, jika tidak cocok maka seketika dengan mudah memindahkan channel tontonan.
Tidak hanya itu di digital era sekarang dapat dengan mudah mengubah persepsi public (agenda setting), dengan sangat mudah pula mencari dukungan untuk mencapai kemenangan di sebuah kompetisi.
Walhasil siaran televisi pun mau tidak mau harus bertransformsai ke digital. Stasiun televisi sebisa mungkin memanfaatkan media digital untuk terus bertumbuh, membuat program-program yang dapat memberikan revenue yang maksimal mungkin.
Adalah Indonesian Idols, sebuah program pencarian bakat di kontes bernyanyi yang sudah memasuki musim ke-13 ini adalah kontes pencarian bakat dengan strata tertinggi di republik ini.
Program acara yang memanfaatkan betul platform digital untuk mengejar exposure dan monetizing (revenue).
Para penyanyi muda Indonesia bertalenta tinggi berlomba, mengikutin seleksi, menunjukan kemampuan bernyanyi di depan para juri dengan harapan dapat menjadi pemuncak.
Format kompetisi di Indonesia Idols yang berjenjang membuat peserta harus melakukan pesiapan yang mumpuni, karena di setiap babaknya akan banyak tantangan yang bisa saja membuat mereka terjungkal jika tidak siap.
Untuk menjadi pemuncak Idol jelas tidaklah mudah. Tak jarang mereka tumbang di tengah perjalanan.
Kesiapan energi (vocal), kekuatan mental (stage act) dan terutama tidak kalah penting dukungan supporter (vote) adalah mutlak bagi seorang peserta Indonesia Idols untuk terus bertahan hingga juara.
Namun kompensasi setelah menjadi pemenang Indoneisan Idols sangatlah sepadan, selain bergelimang hadiah yang akan didapat, lebih dari itu, kelak sang Idol bisa menjelma menjadi penyanyi Top Nasional.
Jika sudah menjadi pemenang, para Idols itu dapat sangat mudah dilirik label musik bekerjasama dengan composer handal untuk melahirkan single-single hit hebat. Lagu lagu nya tersiar di berbagai platform social media, televisi dan radio.
| Ketika Perluasan Basis Pajak Tak Lagi Sekadar Menambah Wajib Pajak |
|
|---|
| Bertahan di Era Paperless, Kisah Jatuh Bangun Usaha Fotokopi Legendaris di Pangkalpinang |
|
|---|
| 44 GW PLTN Pada 2060, Peta Jalan Energi Nasional Sudah Tuntas |
|
|---|
| Dunia Kembali ke Nuklir, Indonesia Menapaki Jalan PLTN Pertama |
|
|---|
| Pilkada Melalui DPRD: Ancaman Sentralisme Kekuasaan dan Lonceng Kematian Demokrasi Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Zikrihayat.jpg)