Parah, Harga Eceran Gas Elpiji 3 Kg di Pangkapinang Tembus Rp40 Ribu Per Tabung

Hal ini memaksanya membeli gas di toko kelontong dengan harga jauh lebih mahal.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Alza
Istimewa/Dok. Pertamina
Pendistribusian dan penyaluran gas elpiji 3 Kg ke pangkalan resmi. 

Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi gas tepat sasaran dan tidak dijual ke pengecer atau toko kelontong.

"Kami rutin mengingatkan pangkalan agar tidak menjual gas ke pengecer atau toko kelontong.

Berdasarkan SK Gubernur Bangka Belitung tahun 2021, pengecer di wilayah ini ditiadakan.

Jadi, penyaluran langsung dari pangkalan ke masyarakat," ujar Roni kepada posbelitung.co, Senin (27/1/2025).

Roni juga memberikan klarifikasi terkait isu kelangkaan gas di Pangkalpinang yang sempat diberitakan sebelumnya.

Menurutnya, yang terjadi bukanlah kelangkaan, melainkan keterlambatan suplai selama dua hari.

"Bukan kelangkaan, hanya keterlambatan suplai. Biasanya kami suplai hari Senin, tapi Minggu lalu terpaksa dilakukan hari Selasa karena truk pengangkut kami dari SPBU tiba di gudang pada malam hari.

Penyaluran malam hari tidak kami lakukan karena kurang efisien dan berpotensi merugikan pangkalan," jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa penyaluran gas dilakukan sesuai SOP.

Setelah gas diangkut dari SPBU, tabung-tabung gas terlebih dahulu diperiksa di gudang untuk memastikan kualitasnya sebelum dikirim ke pangkalan.

"Kami melakukan quality control untuk memastikan tidak ada tabung yang bocor atau tidak layak.

Penyaluran baru dilakukan keesokan harinya agar pangkalan tidak rugi dan distribusi berjalan lancar," katanya.

Pengetatan distribusi ini juga bertujuan menghindari kerugian di pihak pangkalan akibat gas yang hilang, serta mencegah konflik antara pembeli dan petugas pengantar gas.

"Kalau penyaluran dilakukan malam hari, pangkalan yang ada di gang-gang kecil sering kesulitan.

Kadang ada pembeli yang marah-marah karena antriannya panjang, bahkan tabung di pangkalan sering hilang.

Jadi, kami atur penyaluran pada waktu yang aman," jelas Roni.

Dengan langkah pengetatan ini, Roni berharap distribusi gas melon di Pangkalpinang lebih teratur.

Sehingga masyarakat dapat membeli gas dengan harga sesuai HET di pangkalan resmi.

(posbelitun.com/Andini Dwi Hasanah)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved