Berita Belitung

Harga Cabai Rawit Melonjak Tapi Tanjungpandan Justru Deflasi di Januari 2025, Ternyata Ini Alasannya

Kepala BPS Kabupaten Belitung Baiq Kurniawati mengatakan, terjadinya deflasi di Kota Tanjungpandan dipicu oleh kebijakan diskon tarif listrik.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
RILIS BERITA STATISTIK - BPS Kabupaten Belitung menggelar rilis berita resmi statistik pada Senin (3/2/2025). Berdasarkan rilis berita restmi statistik BPS Kabupaten Belitung, Kota Tanjungpandan mencatatkan deflasi sebesar 1,01 persen pada Januari 2025 secara bulanan (month to month). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kenaikan harga cabai rawit yang signifikan, yang sempat menyentuh harga Rp135 ribu per kilogram, terjadi pada Januari 2025.

Meski begitu, Kota Tanjungpandan justru mencatatkan deflasi sebesar 1,01 persen pada Januari 2025 secara bulanan (month to month).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Baiq Kurniawati mengatakan, terjadinya deflasi di Kota Tanjungpandan dipicu oleh kebijakan diskon tarif listrik yang mulai berlaku per 1 Januari 2025.

Dengan demikian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang utama deflasi dengan tingkat penurunan harga mencapai 16,77 persen dan andil deflasi sebesar 2,20 persen.

"Stimulus dari PLN berupa diskon tarif listrik memberikan kontribusi besar terhadap deflasi yang cukup dalam pada awal tahun ini," ujarnya, Senin (3/2/2025). 

Selain tarif listrik, kelompok transportasi juga mengalami penurunan harga dengan deflasi 0,04 persen.

Angkutan udara tercatat mengalami deflasi 8,11 persen dibandingkan Desember 2024, meskipun masih memberikan andil inflasi sebesar 0,11 persen.

Besarnya andil komoditas yang menyumbang deflasi mampu menekan kenaikan harga yang justru terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi cukup tinggi, yakni sebesar 3,19 persen.

Beberapa komoditas utama yang mengalami kenaikan harga atau penyumbang inflasi, seperti cabai rawit dengan lonjakan harga mencapai 101,30 persen, cabai merah 73,04 persen, serta daging ayam ras yang mengalami inflasi 6,82 persen.

'Kenaikan harga cabai dipicu oleh cuaca buruk yang menyebabkan gagal panen dan berkurangnya pasokan baik dari lokal maupun luar daerah," lanjut Baiq.

Secara tahunan (year on year), inflasi di Kota Tanjungpandan tercatat sebesar 0,40 persen. 

Angka ini lebih landai dibandingkan Januari 2024 yang mencapai 1,79 persen.

Inflasi tahunan terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga beras, ikan selar, dan sigaret kretek mesin.

Sementara itu, secara tahun kalender (year to date), Kota Tanjungpandan mengalami deflasi 1,01 persen.

Selain tarif listrik, komoditas lain yang berkontribusi terhadap deflasi tahun kalender ialah angkutan udara dan bawang merah. 

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved