Sosok
Sosok Ipda Purnomo, Polisi Baik yang Pernah Rawat Eks Caleg Gagal Jadi ODGJ, Kini Bantu Pria Stroke
Terbaru, Ipda Purnomo kini kembali menjadi sorotan usai membantu pria stroke pulang ke Palembang.
Ipda Purnomo lahir di Lamongan, Jawa Timur, 1980.
Ia diketahui menganut agama Islam.
Ipda Purnomo memiliki istri bernama Lilik Ika dan tiga orang anak.
Memiliki jiwa sosial tinggi, Ipda Purnomo ternyata punya sebuah yayasan.
Yayasan tersebut menangani pasien orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dari berbagai daerah.
Yayasan itu bernama Yayasan Berkas Bersinar Abadi, berada di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, 33 Kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Lamongan.
Purnomo bersama beberapa orang memutuskan mendirikan yayasan sosial 'Berkas Bersinar Abadi' pada tanggal 5 Mei 2017.
Yayasan tersebut pernah viral lantaran menampung caleg gagal di Pemilu 2024.
Ipda Purnomo bercerita, ia mulai merawat gelandangan hingga ODGJ saat bertugas menjadi Bhabinkamtibmas beberapa tahun lalu.
Dia mendapat dukungan dari sang istri, Lilik Ika Wahyuni (40) untuk menampung gelandangan hingga ODGJ di rumahnya di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan, Jawa Timur.
"Saya waktu itu kan jadi anggota Bhabinkamtibmas, yang mana tugas Bhabinkamtibmas itu kan hadir di tengah-tengah masyarakat," kenang Ipda Purnomo.
Menurut Ipda Purnomo, ODGJ dan gelandangan juga manusia biasanya yang memerlukan penanganan yang tepat, sehingga mereka bisa dipulihkan.
"Sempat ada ODGJ telanjang, terus saya kasih baju.
Dia kemudian benar-benar bahagia sekali, padahal hanya pakaian saja.
Namun banyak orang yang takut, sehingga dibiarkan saja," tutur Ipda Purnomo.
Selama ini, Ipda Purnomo telah merawat ratusan ODGJ.
Beberapa di antara mereka ditemukan telantar di jalanan.
Viral di medsos
Nama Ipda Purnomo jadi sorotan setelah aksinya melunasi utang seorang emak-emak.
Sebelumnya, viral di medsos seorang perempuan menganiaya penagih utang karena tidak terima ditagih.
Video berdurasi 45 detik itu diunggah di Facebook dan memperlihatkan tindak kekerasan di mana petugas penagih itu dijambak, ditarik sampai dikepruk mangkok hingga keningnya berdarah.
Terlihat pula, penagih itu menangis dengan wajah berlumuran darah.
Wanita berkerudung itu hanya bisa menangis dengan memegangi wajahnya, menahan rasa sakit akibat luka di bagian kepala.
Kapolsek Menganti AKP Roni Ismullah membenarkan peristiwa tersebut.
"Itu kejadiannya di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Gresik pada Jumat lalu sekitar pukul 10 pagi," ujar Roni, Rabu (3/4/2024).
Dalam video berdurasi 45 detik itu, tampak seorang wanita berkerudung hitam dari sebuah lembaga koperasi simpan pinjam menagih emak-emak yang memakai daster merah.
Namun emak-emak tersebut masuk ke dalam rumah meninggalkan wanita dari koperasi tersebut.
Kepada warga sekitar, wanita berhijab itu mengatakan bahwa debiturnya itu tidak bisa diajak bicara secara baik-baik.
"Masalah e gak iso diajak omong, Bu. Wong di kongkon nggolekno Lo gak digolekno."
"(Masalahnya tidak bisa diajak bicara, Bu. Disuruh carikan uang untuk mengangsur malah tidak dicarikan)," ucap wanita koperasi kepada salah satu warga sekitar, Rabu (3/4/2024).
Perkataan wanita dari koperasi itu membuat emak-emak tersebut keluar rumah.
Sembari membawa panci berisi air dan mangkok ia hendak menyiramkan air di panci tersebut kepada wajah petugas penagih hutang.
Ipda Purnomo merasa iba dengan peristiwa tersebut hingga rela melunasi utang emak-emak tersebut.
Tak tanggung-tanggung, Ipda Purnomo langsung membayar utang emak-emak itu sebesar Rp4,5 juta.
Ipda Purnomo yang saat ini bertugas sebagai Sat Binmas Polres Lamongan itu juga memberikan bantuan untuk modal usaha kepada emak-emak itu.
Meski demikian Ipda Purnomo tidak membenarkan kejadian yang berujung kekerasan seperti yang viral belakangan ini.
Ia juga menegaskan dirinya tidak pilih kasih dan akan membantu juga kepada wanita penagih utang yang menjadi korban emak-emak tersebut.
"Saya datang ke sini membantu si ibu yang ditagih utang karena memang dari keluarga kurang mampu.
Saya tidak membenarkan kejadian yang berujung kekerasan kemarin.
Dan saya tidak pilih kasih karena ibu yang ditagih dan ibu yang menagih akan sama-sama saya bantu," kata Ipda Purnomo, dikutip dari SuryaMalang.
Ipda Purnomo meminta emak-emak itu meminta maaf kepada penagih utang yang ia dilemparnya dengan mangkok.
"Sisa utang sudah saya lunasi, dan juga saya berikan bantuan modal usaha untuk jualan es, saya sarankan ibu untuk meminta maaf," ujar Purnomo.
(Bangkapos.com/TribunSumsel.com/TribunnewsWiki.com)
| Sosok Marsinah, Buruh yang Dibunuh Era Orde Baru Dianugerahi Pahlawan Nasional |
|
|---|
| Nasib Uya Kuya Saat Dikepung Massa di Apartemen, Sosok Ini Jadi Penolong |
|
|---|
| Sosok SF Hariyanto Wagub Riau, Karier dari Honorer Hingga Jadi Sekda |
|
|---|
| Sosok Istri Kades Pamer Gepokan Uang Sambil Tertawa, Bos Tambang di Bogor Disentil Dedi Mulyadi |
|
|---|
| Sosok Budi Arie Eks Menteri Koperasi Jadi Ketum Projo, Hartanya 103,8 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240406_ipda-purnomo.jpg)