Berita Belitung

BPS Ungkap Pengaruh Pembatasan Sementara Beras SPHP di Tanjungpandan Belitung

Baiq Kurniawati menjelaskan selama beras SPHP ditarik dari pasaran, memang kemungkinan berpengaruh pada kondisi inflasi-deflasi

Editor: Kamri
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
BERAS SPHP - Ilustrasi beras SPHP. Kepala BPS Belitung, Baiq Kurniawati menjelaskan selama beras SPHP ditarik dari pasaran, memang kemungkinan berpengaruh pada kondisi inflasi-deflasi di Tanjungpandan, Kabupten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Komoditas itu antara lain daging ayam ras, cabai, bawang merah, dan bawang putih.

Daging sapi cenderung lebih stabil. 

Penghentian sementara distribusi beras SPHP sebelumnya dilakukan sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk memastikan petani dapat menikmati harga gabah yang tinggi saat panen raya.

Asisten Manager Operasional Perum Bulog Kantor Cabang Belitung, Syahrial, menyatakan bahwa distribusi beras SPHP mulai kembali dilakukan sejak 24 Februari 2025 melalui operasi pasar dan kantor pos.

"Mulai hari ini, sudah dibuka kembali (penjualan) untuk beras SPHP.

Sekarang sudah ramai yang beli di kantor," katanya.

Baca juga: Kalender Maret 2025 Lengkap dengan Weton Tanggal 5 Maret 2025

Syahrial juga menyinggung stok beras di Gudang Bulog Belitung yang saat ini mencapai 2.200 ton, dengan tambahan 600 ton yang akan masuk pada akhir Maret 2025.

Menurutnya, pemerintah kembali membuka distribusi beras SPHP bagi distributor setelah sebelumnya sempat dibatasi.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved