20 Warga Babel Terjebak Skandal Scammer Online di Myanmar, DPRD Babel Turun Tangan Lagi
Sedikitnya ada 20 warga Bangka Belitung korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjebak di Myanmar.
Penulis: Rizky Irianda Pahlevy | Editor: Alza
"Intinya mereka tergiur dengan gaji besar, ada pasutri dan sarjana juga ada.
Mereka ke sana, karena ingin memperbaiki ekonomi mereka," tuturnya.
Terkait hal ini pun pihaknya mendorong Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, untuk memberikan fasilitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi diri.
"Ini menjadu pekerjaan rumah bagi Pemprov Babel kedepan, kita tidak melarang mereka kerja di luar negeri.
Makanya saya minta BLK digiatkan lagi dan anak-anak ini dididik dulu, diberi keahlian sehingga mereka mendapat fasilitas yang resmi dari negara," ucapnya.
Sementara itu terkait kasus ini, Didit mengatakan masih ada sejumlah warga Provinsi Bangka Belitung yang diduga masih berada di Myanmar.
Lebih lanjut pada Senin (24/3/2025) nanti pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, guna menindaklanjuti informasi tersebut.
"Saya dapat video yang menyedihkan, dia WA saya.
Ternyata masih banyak warga Babel yang masih di sana.
Ada masyarakat Kabupaten Bangka Barat yang terlantar di sana, ini seperti gunung es ternyata banyak yang informasi saya terima yang minta tolong anaknya.
Kita juga minta pemerintah kabupaten/kota, untuk juga serius dan jangan berdiam diri," ungkapnya.
(posbelitung.co/Rizky Irianda Pahlevy)
| Gubernur Babel Ikuti Peresmian Serentak 1.061 Koperasi Merah Putih oleh Presiden |
|
|---|
| Lima Debt Collector Diringkus Polda Babel, Tarik 247 Unit Mobil Nopol Luar Daerah dalam Sebulan |
|
|---|
| Buka FORBISDA 2026, Hidayat Arsani Ajak HIPMI Bangkitkan Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Polda Babel Limpahkan Tersangka Berikut Jutaan Batang Rokok Ilegal Ke Kejari Belitung |
|
|---|
| Wakapolda Babel Puji Inisiatif PGRI Beltim, Sebut Patut Dicontoh Daerah Lain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/TPPO.jpg)