20 Warga Babel Terjebak Skandal Scammer Online di Myanmar, DPRD Babel Turun Tangan Lagi

Sedikitnya ada 20 warga Bangka Belitung korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjebak di Myanmar.

Tayang:
Penulis: Rizky Irianda Pahlevy | Editor: Alza
IST / Dok DPRD BABEL
KEPULANGAN KORBAN TPPO - Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya menyambut langsung kepulangan warga Babel yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar, Selasa (18/3/2025). 

"Intinya mereka tergiur dengan gaji besar, ada pasutri dan sarjana juga ada.

Mereka ke sana, karena ingin memperbaiki ekonomi mereka," tuturnya.

Terkait hal ini pun pihaknya mendorong Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, untuk memberikan fasilitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi diri.

"Ini menjadu pekerjaan rumah bagi Pemprov Babel kedepan, kita tidak melarang mereka kerja di luar negeri.

Makanya saya minta BLK digiatkan lagi dan anak-anak ini dididik dulu, diberi keahlian sehingga mereka mendapat fasilitas yang resmi dari negara," ucapnya.

Sementara itu terkait kasus ini, Didit mengatakan masih ada sejumlah warga Provinsi Bangka Belitung yang diduga masih berada di Myanmar.

Lebih lanjut pada Senin (24/3/2025) nanti pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, guna menindaklanjuti informasi tersebut.

"Saya dapat video yang menyedihkan, dia WA saya.

Ternyata masih banyak warga Babel yang masih di sana.

Ada masyarakat Kabupaten Bangka Barat yang terlantar di sana, ini seperti gunung es ternyata banyak yang informasi saya terima yang minta tolong anaknya.

Kita juga minta pemerintah kabupaten/kota, untuk juga serius dan jangan berdiam diri," ungkapnya.

(posbelitung.co/Rizky Irianda Pahlevy)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved