Sosok

Sosok Susana Darmawan, Anak Pendiri Matahari, Ngaku Diperas Rp600 Juta Gara-gara Codeblu

Pada kesempatan itu, Codeblue ingin membantu untuk memulihkan nama baik perusahaan.

Editor: Alza
Dok. Instagram/susanadarmawan
CLAIRMONT VS CODEBLU - Potret Susana Darmawan, pemilik perusahaan roti dan kue ternama Indonesia, Clairmont. Pemilik brand roti ternama Indonesia Clairmont, diduga diperas influencer dan food vlogger bernama William Anderson alias Codeblu (CB).  

Video itu memicu reaksi publik yang cukup besar, bahkan berujung pada penurunan penjualan dan gangguan arus kas perusahaan. 

Clairmont sempat berupaya mengklarifikasi isu tersebut dengan mendatangi CB secara langsung. 

Susana mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mengenal yayasan yang disebut dalam video tersebut. 

“Saya enggak kenal yayasan tersebut dan kita enggak pernah memberikan (nastar),” ujar Susana dalam wawancara di kanal YouTube Grace Tahir. 

Ketika menyampaikan informasi dalam video tersebut tidak benar, Codeblu sempat menunjukkan iktikad baik dengan menawarkan bantuan untuk memulihkan reputasi Clairmont. 

“Saat kami menyampaikan pada influencer tersebut bahwa beritanya bohong, influencer tersebut merasa bersalah,” kata Susana. 

“‘Dan untuk koreksi situasi ini nanti saya kasih bantuan untuk memulihkan nama baik Clairmont.’ Kita happy dong,” imbuhnya. 

Namun, tawaran “bantuan” itu ternyata tidak diberikan secara cuma-cuma. 

Pihak influencer kemudian memberikan proposal kerja sama dengan nilai yang mengejutkan, lengkap dengan embel-embel diskon. 

“Tapi setelah itu kami dapat penawaran untuk consultant fee Rp600 juta dengan diskon Rp350 juta,” jelas Susana. 

Tak hanya itu, Codeblu juga menyertakan syarat tambahan yang harus dipenuhi sebelum video hoaks tersebut diturunkan. 

“Dengan syarat kita harus melakukan blablabla, baru videonya akan di-take down,” tambahnya. 

Susana menilai permintaan tersebut sangat tidak masuk akal dan bertentangan dengan prinsip penyelesaian sengketa secara adil. 

“Kami bertemu, dia kasih penawaran. Kami merasa tidak masuk akal,” tegasnya. 

Merasa perlu menyelidiki lebih dalam, Clairmont pun melakukan investigasi internal. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved