Gawat, APBD Babel Defisit Hingga Rp271 Miliar, Maryam Minta Dievaluasi Lagi

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Babel tahun 2025 dalam kondisi tidak baik-baik saja

Tayang:
Penulis: Rizky Irianda Pahlevy | Editor: Alza
Istimewa
DEFISIT - Anggota DPRD Babel, Maryam. Dia menyoroti soal defisit APBD Babel mencapai Rp200 miliar. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Babel tahun 2025 dalam kondisi tidak baik-baik saja.

Postur anggaran saat ini sangat tidak sehat akibat dugaan kelalaian saat penyusunan APBD Babel oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Hal itu diungkap Anggota DPRD Babel Maryam, yang menyoroti adanya indikasi kelalaian, dalam penyusunan APBD yang dilakukan oleh Tim TAPD, Selasa (22/4/2025).

Sehingga menyebabkan APBD Bangka Belitung tidak sehat, atau mengalami defisit hingga Rp 200 miliar.

Salah satu contoh yang dimaksud, lanjut Maryam, Tim TAPD tidak memasukkan angka pendapatan dari hasil Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ke Pendapatan Daerah dalam APBD 2025 Babel.

"Sangat disayangkan setelah kita teliti indikasi anggaran defisit Rp 200 miliar dimaksud itu, sebetulnya perlu diteliti kembali.

Ada beberapa poin yang terlihat lalai dilakukan oleh pihak eksekutif saat menyusun anggaran, seperti tidak memasukkan pendapatan dari BLUD pada poin pendapatan daerah.

Padahal ada anggaran yang dikeluarkan, untuk belanja pegawai BLUD dan belanja barang dan jasa BLUD," ujar Maryam.

Maryam mengatakan pendapatan BLUD perlu dicatat juga oleh TAPD, dipendapatan daerah, dikarenakan pembiayaan kegiatan BLUD itu berasal dari hasil capaian BLUD itu sendiri.

Maryam menjelaskan, pendapatan dari BLUD yang tidak tercatat di pendapatan daerah oleh TAPD tersebut yakni, sebesar lebih kurang Rp 60 miliar dan hal itu bukanlah angka yang sedikit.

"kelalaian seperti ini menjadi salah satu catatan penting, menyebabkan postur APBD ini menjadi tidak sehat karena antara pendapatan dan belanja itu tidak seimbang.

Saya berharap, TAPD pemprov Babel lebih teliti," tuturnya.

Maka dari itu, Maryam berharap, pernyataan adanya defisit Bangka Belitung senilai Rp 200 miliar tersebut dapat diteliti kembali.

Menurutnya, defisit terjadi disebabkan antara pendapatan dan belanja tidak seimbang.

"Perolehan pendapatan pun seharusnya lebih diperhitungkan, sekiranya mampu direalisasikan maka dimaksimalkan," tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved