Islam

VIDEO Keutamaan Membaca Surah An Nas : Melindungi Dari Godaan Manusia, Setan dan Jin

Surat An-Nas merupakan surah terakhir dalam Alquran, yakni surah ke-114. Nama An-Nas diambil dari kata yang berarti "manusia."

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Lisa Lestari | Editor: Teddy Malaka

POSBELITUNG.CO - Surat An-Nas merupakan surah terakhir dalam Alquran, yakni surah ke-114.

Nama An-Nas diambil dari kata yang berulang kali disebut dalam surah ini, yang berarti "manusia."

Termasuk dalam kelompok surah Makkiyah, Surat An-Nas terdiri dari enam ayat.

Inti kandungan surah ini adalah ajakan agar manusia senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang membisikkan kejahatan ke dalam hati manusia.

Selain bisikan setan, gangguan tersebut juga bisa berasal dari manusia.

Oleh karena itu, surah ini mengajarkan umat Islam untuk melindungi diri dari bisikan jahat, baik yang datang dari manusia, setan, maupun jin.

Membaca surat An-Nas dipercaya dapat membantu umat Islam terhindar dari segala bentuk hasutan jahat.

Sebelum surat ini terdapat Surat Al-Falaq (surah ke-113), dan keduanya dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain karena diturunkan bersamaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam Surat An-Nas, kata an-nas muncul di ayat pertama hingga ketiga, mengandung perintah agar manusia tunduk dan patuh kepada Allah SWT serta menegaskan tauhid, yaitu kepercayaan penuh kepada-Nya.

Terkait keutamaan, amalan, dan keistimewaannya, Imam Suyuti dalam kitab Asrar Tartib Al-Qur’an mengutip pandangan Ibnu Al-Zamlakani yang menjelaskan penggunaan kata an-nas dalam surah ini, antara lain:

  1. Menunjukkan Allah Maha Pengampun

    Allah adalah Zat yang Maha Pengampun dan Maha Pemurah. Setiap hamba yang bertobat dengan tulus akan diampuni oleh Allah atas segala dosa dan kesalahannya.

  2. Kata An-Nas pada ayat kelima merujuk kepada ulama dan ahli ibadah

    Ayat kelima mengisyaratkan bahwa godaan kerap kali menghantui para ulama dan ahli ibadah. Terkadang, seorang ulama merasa ragu dalam mengambil keputusan atas suatu permasalahan, dan ada pula yang mengetahui ajaran agama namun enggan mengamalkannya. Hal serupa juga terjadi pada ahli ibadah yang terkadang merasa ibadahnya pasti diterima tanpa memperdalam ilmunya.

  3. Kata An-Nas pada ayat keenam menunjuk pada manusia penggoda

    Manusia yang memiliki sifat buruk, suka membuat kerusuhan, serta menyulitkan orang lain. Godaan ini menjadi penghalang dalam upaya manusia untuk berbuat kebaikan, baik dari sesama manusia yang nyata maupun dari jin yang tidak tampak.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved