Sosok
2 Mahasiswa Babel Laporkan Gelar SH Wagub Hellyana ke Polda Babel, Sudah Cek di PDDikti
Dua aktivis mahasiswa di Bangka Belitung (Babel) membuat laporan polisi secara tertulis, terkait penggunaan gelar SH Hellyana, Sabtu (17/5/2025).
Penulis: Adi Saputra | Editor: Alza
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Penggunaan titel Sarjana Hukum (SH) oleh Wakil Gubernur Babel Hellyana jadi sorotan publik.
Dua aktivis mahasiswa di Bangka Belitung (Babel) membuat laporan polisi secara tertulis, terkait penggunaan gelar SH Hellyana, Sabtu (17/5/2025).
Mereka berasal dari dua kampus berbeda di Babel, melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Babel.
Laporan itu setelah Sholahudin mahasiswa IAIN SAS Babel dan Amad Sidik mahasiswa UBB membaca berita tentang laporan yang dilayangkan masyarakat ke Mabes Polri.
Kasusnya sama, yakni terkait penggunaan gelar SH oleh wagub Hellyana.
"Diawal mula laporan ini pertama, kami ini orang dua bukan hanya saya saja, ada teman saya juga anak Sholahuddin dari IAIN dan kalau saya dari UBB.
Jadi, kami ini lagi nyantai di rumah beliau emang lagi ngopi. Scroll lah berita, lihat berita di Nasional Mabes Polri.
Nama websitenya itu saya lupa karena banyak," ungkap Amad Sidik aktivis mahasiswa yang membuat laporan ke Polda Babel, Kamis (22/5/2025).
Menurutnya, berita muncul di website nasional terkait pelaporan dugaan penggunaan gelar palsu wagub Hellyana ke Mabes Polri.
Kemudian, dirinya bersama temannya langsung menyelidiki terkait berita tersebut, apakah benar atau hoaks soal pelaporan yang dilayangkan ke Mabes Polri.
"Kami cek semua oh ternyata memang ada yang lapor. Kami ceklah di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi atau PDDikti atas nama Hellyana dan di situ tertera.
Sebelum cek di PDDikti kami mengecek di google profil bu Hellyana.
Muncul lah itu di Intimes, di website lain itu bahwa beliau itu memang lulus di profilnya tapi tahun 2012," jelasnya.
Namun, ketika dicek di PDDikti Univeritas Azzahra, ternyata yang bersangkutan masuk tahun 2013 dan tahun 2014 itu wagub Hellyana mengundurkan diri dari Universitas Azzahra.
"Nah dari sana kami mulai cek-cek lagi, oh ternyata di profil googlenya 2012 dia (Hellyana) sudah lulus.
Sedangkan di PDDiktinya, 2013 itu dia baru masuk dan dari situlah kami membuat laporan dugaan dan belum berani membuat laporan karena buktinya belum kuat," kata Sidik.
Dua aktivitas mahasiswa Babel ini menyebutkan, mereka mendapatkan kabar terkait pelaporan dugaan penggunan gelar palsu wagub Hellyana, Jumat (16/5/2025) lalu.
Satu hari setelah mendapatkan kabar dan informasi tersebut keduanya membuat laporan di SPKT Polda Babel.
"Malamnya itu (16/5/2025) pas baca berita kita langsung buat pengecekkan, nah paginya tanggal 17 Mei 2025 kami lansung membuat laporan ke SPKT dan tanpa rasa ragu kami langsung membuat.
Biar yang mengeceknya polisi, biar orang Polda mengecek kebenarannya," sebutnya.
"Kami sebenarnya hanya mengajukan pengaduan dugaan penggunaan gelar palsu itu saja.
Nah dua hari setelah kita buat laporan, kita dipanggil oleh Ditreskrimum Polda Babel untuk ditanya-tanya bukti-bukti dan kami bawa semua," beber Sidik.
Sidik pun mengaku ketika dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Babel, sejak pagi hingga sore hari terkait pelaporan dugaan penggunaan gelar wagub Hellyana.
"Sekarang kami masih menunggu tahap selanjutnya yaitu proses penyidikan, termasuk mau mengecek ke KPU, kampus Azzahra.
Kami diperiksa dari jam 09.00-12.00 WIB, jam 12 kami istirahat dan dilanjutkan jam 2 (14.00) sampai dengan kurang lebih jam 5 an (17.00)," kata Sidik.
Diungkapkan Sidik, setelah membuat laporan dan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Ditresrkimum Polda Babel, ia masih menunggu tindak lanjut selanjutnya langkah apa yang dilakukan penyidik.
Termasuk menunggu wagub Hellyana angkat bicara, soal penggunaan gelar SH yang bersangkutan gunakan selama ini dan perlu adanya pernyatan langsung.
"Sekarang ya kami masih lebih menunggu dari Polda untuk berkabar, terus juga lagi menunggu bu Hellyana angkat bicara soal," ungkapnya.
Ia pun menegaskan, soal pelaporan dugaan penggunaan gelar SH yang digunakan wagub Hellyana ke Polda Babel, bukan baru pertama dan tidak ada yang menyuruh atau menunggangi.
"Kami pun bukan orang pertama, kami juga tahu dari Mabes yang berita itu dan kami tidak tahu sama sekali selama ini dengan dia (Hellyana) dan kami tahu dia wakil gubernur," tegas Sidik.
Lebih lanjut Sidik menyampaikan tujuannya membuat laporan dugaan penggunaan gelar SH, ada beberapa alasan.
Mengingat ia sebagai mahasiswa sangat merasa miris dan prihatin apabila ada yang menggunakan gelar palsu.
"Tujuan kami itu pertama kami sebagai mahasiswa, kami sudah susah payah kuliah selama 4 tahun untuk mendapatkan gelar pendidikan S1.
Sedangkan, jika ada orang yang seperti itu yang menyepelehkan ijazah atau gelar dan kami merasa terhina dan terpanggil sebagai aktivis mahasiswa," ujarnya.
Disinggung soal apakah pengecekkan gelar ini hanya dilakukan untuk wagub saja ataukah pejabat lain, Sidik menegaskan ke depan akan mengecek seluruh gelar pejabat yang ada di Provinsi Babel termasuk gelar Gubernur Babel.
"Belum sih (gubernur) pasti kami akan cek juga, bila perlu semua pejabat-pejabat, dinas-dinas kami cek juga.
Sekarang kita cek di PPDikti yang gubernur S1-nya, statusnya lulus dan nanti kita cek lagi untuk gelar S2 maupun doktornya nanti," ungkap Sidik.
"Kami masih curiga dengan terakhir (S3) atau doktor, belum kami kroscek itu kalau S1 dan S2 lulus.
S3 itu masih kita curigai, kami akan mengecek gubernur dan pejabat-pejabat, kami saat ini masih fokus kepada bu Hellyana," bebernya.
Ketika ditemui awak media, Amad Sidik pun memperlihatkan alat bukti yang dibawa ke Polda Babel soal dugaan penggunaan gelar palsu yang digunakan wagub Hellyana.
Mulai dari media sosial (medsos) hingga mencantumkan gelar SH di belakang nama dalam tanda tangan.
Sebelumnya, Wagub Babel Hellyana belum mau berkomentar terkait pengaduan masyarakat ke Polda Babel soal gelar SH pada dirinya.
(posbelitung.co/Adi Saputra)
| Sosok Marsinah, Buruh yang Dibunuh Era Orde Baru Dianugerahi Pahlawan Nasional |
|
|---|
| Nasib Uya Kuya Saat Dikepung Massa di Apartemen, Sosok Ini Jadi Penolong |
|
|---|
| Sosok SF Hariyanto Wagub Riau, Karier dari Honorer Hingga Jadi Sekda |
|
|---|
| Sosok Istri Kades Pamer Gepokan Uang Sambil Tertawa, Bos Tambang di Bogor Disentil Dedi Mulyadi |
|
|---|
| Sosok Budi Arie Eks Menteri Koperasi Jadi Ketum Projo, Hartanya 103,8 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20250523_wagub.jpg)