Iran Vs Israel

Alasan Kenapa Iran Menyerang Israel, Terbaru Bombardir Haifa hingga Tel Aviv

Konflik Iran vs Israel ini ini pun memantik saling balas serangan rudal ke wilayah dua negara.

Tayang:
Editor: Kamri
Tangkap layar YouTube WION/Tribunnews.com
IRAN SERANG ISRAEL - Militer Iran melancarkan serangan rudal ke sejumlah wilayah Israel, seperti Kota Haifa dan Kiryat Gat pada Minggu (15/6/2025) malam. 

POSBELITUNG.CO – Rentetan ketegangan di kawasan Timur Tengah menyusul aksi saling serang dalam konflik Iran vs Israel kian memanas.

Terbaru, Israel mengklaim telah menyerang markas besar Pasukan Quds IRGC di Teheran pada Senin (16/6/2025) pagi.

Tak mau kalah, Iran juga menyerang Israel menggunakan rudal balistik dengan menyasar sebuah bangunan di Haifa pada Senin dini hari.

Dilaporkan, tiga orang tewas dalam serangan terbaru Iran pada Senin dini hari waktu setempat itu.

Rentetan serangan terbaru rudal Iran dilaporkan menghantam beberapa lokasi di wilayah yang diduduki Israel, seperti Tel Aviv, Haifa, Bnei Brak, dan Petah Tikva.

Situasi itu memicu kepanikan dan pemadaman listrik yang meluas, media Israel melaporkan Senin pagi.

Konflik Israel vs Iran ini belum diketahui kapan berakhir.

Namun ada alasan kuat kenapa Iran menyerang Israel dalam konflik ini.

Kenapa Iran Menyerang Israel?

Jumat (13/6/2025) menjadi awal rentetan saling serang dalam konflik Israel vs Iran pada pertengahan tahun 2025 ini.

Ketegangan ini dipicu Israel melakukan serangan ke sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran pada tanggal tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengklaim informasi intelijen menyebutkan Iran telah mendekat kemajuan dalam pengembangan program nuklir.

Serangan pada dini hari itu termasuk salah satunya menargetkan fasilitas nuklir bawah tanah di Natanz.

Israel juga mengklaim operasi Rising Lion itu hanya menyasar fasilitas militer dan nuklir, serta tokoh-tokoh kunci militer Iran.

"Serangan kami lakukan ketika masyarakat tidak sedang berada di jalan-jalan.

Dan kami berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir korban dari masyarakat sipil," kata Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon dalam sebuah sesi tanya jawab dengan wartawan sebelum sidang darurat Dewan Keamanan PBB digelar pada Jumat (13/6/2025) dikutip dari kanal Youtube United Nations.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved