Berita Beliitung

Komunitas Diskusi 17 Belitong Akan Gelar Pertemuan Mengenang Muktamar Perjuangan Simpang Tiga

Tujuannya, sebagai refleksi bagi gerasi muda dan kondisi saat ini yang mulai menghembuskan isu ingin memisahkan diri dari NKRI. 

Tayang:
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Teddy Malaka
posbelitung.co/dede s
PERINGATAN MUKTAMAR - Komunitas Diskusi 17 Belitong mengundang Kajari Belitung dan Staf Ahli Pemkab Belitung membahas rencana peringatan muktamar Simpang Tiga pada Kamis (26/6/2025) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Komunitas Diskuasi 17 Belitong Provinsi Kepulauan Babel akan menggelar acara peringatan muktamar rakyat Indonesia ke 78 Simpang Tiga dengan satu visi, satu pulau, satu Belitong. 

Berdasarkan sejarah, masyarakat Belitung pernah melakukan muktamar rakyat Indonesia di Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung pada tanggal 13 Juli 1974 silam. 

Kala itu, para pejuang bertemu dipimpin H Marsidi Judono memutuskan bahwa masyarakat Pulau Belitong mendukung pemerintah Republik Indonesia. 

"Tahun 1947 itu, Belanda mengatakan hanya Jawa yang merdeka, tapi dibantah pejuang dari Belitung yang dipimpin Marsidi Judono. Lewat muktamar itulah kita menyatakan mendukung pemerintah Indonesia," ujar Ketua Komunitas Diskuasi 17 Belitong Provinsi Kepulauan Babel,  Rizali Abusama kepada posbelitung.co pada Jumat (27/6/2025). 

Ia menjelaskan semangat dan upaya para pejuang kala itu harus tetap diperingati.

Sebab, kala itu dengan kondisi jalan setapak, mereka rela bertemu di satu titik sejauh 45 kilometer untuk menyatakan bahwa Pulau Belitung bagian dari Indonesia. 

Tujuannya, sebagai refleksi bagi gerasi muda dan kondisi saat ini yang mulai menghembuskan isu ingin memisahkan diri dari NKRI. 

"Jadi bukan hanya Riau memberikan batang emas atau Aceh memberikan pesawat, Belitung juga sudah ada perjuangan politik dan moral kala itu. Tapi karena keterbatasan akses informasi, kita tidak tercover," katanya. 

Oleh sebab itu, dari pertemuan yang akan digelar tanggal 13 Juli 2025 nanti, perjuangan para pahlawan Pulau Belitung dapat diakui dengan jelas. 

Makanya panitia akan mengundang para tokoh politik Belitung yang menjabat di DPD, DPRD, Gubernur, Bupati dan tokoh besar lainnya. 

"Kita berharap momen ini dinasionalisasikan dan diperingati setiap tahun," katanya. 

Sementara itu, Suryadi Saman mengatakan peristiwa muktamar Simpang Tiga memang masih dianggap sebelah mata. 

Padahal, setelah dikaji dengan beberapa diskusi, muktamar tersebut sangat penting. 

Sebab, dari pertemuan menjadi integrasi rakyat Belitung pasca perjuangan fisik melawan agresi militer Belanda pada pertempuran 25 Nopember 1945 di Paal Satu, Air Merbau dan Air Seruk. 

Kemudian, pertempuran di Lancor, Selat Nasik pada tanggal 14 Desember 1945.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved