Iran Vs Israel

Iran Vs Israel Terkini, Kepala IAEA Rafael Grossi Dilarang Masuk Teheran

Kebijakan larangan kepala IAEA itu masuk Teheran dinilai sebagai tanggapan atas resolusi terbaru badan tersebut

Editor: Kamri
TRIBUNNEWS
IRAN VS ISRAEL - Data jumlah korban dan kerusakan akibat perang Iran vs Israel selama 12 hari. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menggambarkan perang 12 hari itu merupakan momen bersejarah dalam perjuangan revolusioner Iran. 

POSBELITUNG.CO – Pemerintah Iran melarang Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi memasuki negara itu.

Kebijakan larangan kepala IAEA itu masuk Teheran dinilai sebagai tanggapan atas resolusi terbaru badan tersebut yang menuduh Iran tidak patuh.

Parlemen Iran telah meloloskan rancangan undang-undang yang menangguhkan kerja sama dengan IAEA.

Rancangan UU itu pun kemudian telah disetujui oleh Dewan Konstitusi Iran.

“Resolusi tersebut memberikan perlindungan politik bagi agresi Israel,” tegas Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilansir dari Tehran Times, Sabtu (28/6/2025).

Menurutnya, IAEA telah kehilangan kredibilitas sehingga Grossi dilarang masuk negara tersebut.

“IAEA telah kehilangan kredibilitas, dan Grossi tidak diterima di Iran untuk saat ini,” ujarnya

Araghchi menegaskan Iran terus maju dengan upaya hukum dan diplomatik untuk meminta pertanggungjawaban Israel dan Amerika Serikat atas perang itu.

Departemen Urusan Internasional Kementerian Luar Negeri, bersama dengan Departemen Hukum Kantor Kepresidenan telah mulai mengumpulkan bukti-bukti kerugian manusia dan material untuk diajukan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Langkah itu dalam upaya untuk secara resmi menetapkan para penyerang dan menuntut ganti rugi.

“Proses ini rumit dan akan memakan waktu, tetapi saat ini sudah berjalan,” jelas Araghchi.

Baca juga: Berita Perang Iran Vs Israel Hari Ini, Trump Kritik Khamenei, Aragchi Minta Presiden AS Ubah Sikap

Ia menambahkan inisiatif tersebut telah mendapat dukungan khusus dari Pemimpin Revolusi Islam.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh juga telah mengonfirmasi bahwa kasus ganti rugi sedang diupayakan secara aktif.

Abbas Araghchi menegaskan  Israel terpaksa meminta mengakhiri perang dengan Iran “karena putus asa” menyusul gelombang serangan balasan rudal Iran yang menimbulkan kerusakan parah di sejumlah wilayah Israel.

Ia menjelaskan rezim Zionis yang pertama kali meminta perang selama 12 hari itu dihentikan dan menawarkan gencatan senjata.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved