Perang Thailand Vs Kamboja
Penyebab Perang Thailand vs Kamboja, Kronologis Sengketa, Ada Apa dengan Peta 1907?
Konflik kedua negara yang paling menonjol terjadi di sekitar kuil Preah Vihear berusia 1.000 tahun.
POSBELITUNG.CO – Perang Thailand vs Kamboja meletus pada Kamis (24/7/2025) pagi di wilayah perbatasan yang telah lama menjadi sengketa kedua negara.
Konflik diwarnai baku tembak hingga serangan roket hingga diklaim menimbulkan korban tewas dan luka-luka.
Sengketa perbatasan merupakan masalah jangka panjang yang telah menyebabkan ketegangan antara Thailand dan Kamboja.
Bentrok tentara Kamboja dan Thailand di perbatasan memaksa sekitar 60.000 warga dievakuasi ke tempat aman.
Diperkirakan sebanyak 20.000 warga Kamboja mengungsi dari lokasi konflik.
Sedangkan dari pihak Thailand diperkirakan sebanyak 40.000 warganya menjauhi zona perang itu.
Lantas apa yang menjadi penyebab perang Thailand vs Kamboja ini?
Penyebab konflik dua negara bertetangga ini dipicu oleh sengketa perbatasan wilayah kedua negara.
Sengketa wilayah ini merupakan masalah jangka panjang yang telah menyebabkan ketegangan antara Thailand dan Kamboja.
Berawal Peta 1907
Thailand dan Kamboja berbagi wilayah perbatasan darat sepanjang lebih dari 800 kilometer.
Awal mula klaim sengketa wilayah perbatasan adalah peta tahun 1907 yang digambar di bawah penjajahan Prancis.
Peta itu digambar untuk memisahkan wilayah Kamboja dari Thailand.
Kamboja menggunakan peta 1907 itu sebagai referensi untuk mengklaim wilayah.
Namun Thailand menyatakan peta tersebut tidak akurat.
Konflik kedua negara yang paling menonjol terjadi di sekitar kuil Preah Vihear berusia 1.000 tahun.
Berikut kronologis sengketa Thailand dengan Kamboja:
Tahun 1962
Mahkamah Internasional pada tahun 1962 memberikan kedaulatan atas area kuil Preah Vihear kepada Kamboja.
Putusan Mahkamah Internasional ini pun menjadi hambatan besar dalam hubungan bilateral kedua negara.
Tahun 2011
Pada tahun 2011, Kamboja kembali ke pengadilan menyusul beberapa bentrokan tentara Kamboja dan Thailand.
Konflik ini menewaskan sekitar 20 orang dan menyebabkan ribuan orang mengungsi.
Tahun 2013
Pengadilan Mahkamah Internasional pada tahun 2013 menguatkan putusan yang memenangkan Kamboja.
Kamboja kembali mengajukan banding ke pengadilan internasional untuk menyelesaikan sengketa perbatasan.
Namun, Thailand menolak yurisdiksi pengadilan internasional itu.
Tahun 2025
Ketegangan Thailand dan Kamboja meletus pada Kamis (24/7/2025) pagi.
Kedua negara saling serang di wilayah perbatasan yang telah lama menjadi sengketa.
Baku tembak hingga roket mewarnai konflik ini.
Pemerintah Thailand mengklaim adanya korban tewas dan luka-luka di pihaknya.
Melansir dari AP News, perang Thailand vs Kamboja pada Kamis pagi kemarin merupakan konfrontasi bersenjata kedua antara Thailand vs Kamboja sejak seorang tentara Kamboja ditembak mati pada Mei 2025.
Ketegangan itu memicu eskalasi besar menyusul ledakan ranjau darat yang melukai tentara Thailand.
Sejak konflik meletus pada Kamis pagi, bentrokan masih berlangsung setidaknya di enam wilayah di sepanjang perbatasan Thailand dan Kamboja.
Bentrokan pertama terjadi pada Kamis pagi di wilayah dekat kuil kuno Ta Muen Thom di sepanjang perbatasan Surin dan Provinsi Odder Meanchey di Kamboja.
Kedua belah pihak dalam peristiwa itu sama-sama mengaku bertindak untuk membela diri.
Sementara kedua negara sepakat untuk meredakan situasi, otoritas Kamboja dan Thailand terus mengancam tindakan selain penggunaan kekuatan bersenjata, sehingga ketegangan tetap meningkat.
Pada 16 Juli 2025 dikutip dari Al Jazeera, tiga tentara Thailand terluka akibat ledakan ranjau darat saat berpatroli di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan.
Tentara Thailand baru-baru ini luka dan harus kehilangan kaki kanannya akibat ledakan ranjau darat.
Pihak berwenang Thailand menyalahkan Kamboja.
Kamboja membantah telah menanam ranjau dan mengklaim tentara Thailand telah menyimpang dari jalur hutan yang disepakati dan memicu ranjau lama meledak.
Thailand pun memberlakukan pembatasan ketat di perbatasan dengan Kamboja menyusul peristiwa itu.
Kondisi ini membuat hampir semua penyeberangan berhenti, kecuali untuk pelajar, pasien, dan orang lain dengan kebutuhan mendesak.
Pada Kamis kemarin, Thailand mengumumkan penutupan perbatasan secara menyeluruh.
Di pihak lain, Kamboja melarang film dan acara TV Thailand.
Termasuk menghentikan impor bahan bakar, buah-buahan, dan sayuran dari Thailand.
Kamboja juga memboikot sambungan internet internasional dan pasokan listrik negara tetangga.
Partai Pheu Thai yang berkuasa di Thailand menyusul insiden ranjau darat terbaru menyatakan telah memanggil duta besar Thailand untuk Kamboja dan akan mengusir duta besar Kamboja dari negara tersebut.
Kamboja kemudian menanggapinya dengan mengumumkan akan menarik semua diplomatnya dari Thailand dan memerintahkan semua diplomat Thailand untuk meninggalkan negara itu.
Arus Pengungsi di Kamboja
Konflik kedua negara menyebabkan arus pengungsi dari kedua belah pihak.
Puluhan ribu warga Kamboja yang mengungsi umumnya yang berada di provinsi Preah Vihear, dekat lokasi pertempuran.
Dilansir dari Khmer Times, Kamis (24/7/2025) malam, Gubernur Provinsi Preah Vihear Kim Rithy mengungkapkan evakuasi massal dipicu oleh meningkatnya pertempuran di dekat perbatasan yang disengketakan.
Sekitar 20.000 orang dievakuasi dari enam komune di distrik Choam Ksan, wilayah berbatasan dengan Thailand.
Sekitar 10.000 orang di antaranya telah mencari perlindungan sementara di Pusat Keamanan Pagoda dan 5.000 di Wat Pothi, sebuah zona aman khusus bagi warga sipil yang mengungsi.
Baca juga: PERBANDINGAN Militer Thailand vs Kamboja, Ada yang Tak Punya Jet Jempur
"Evakuasi dimulai pagi-pagi sekali setelah serangan massal oleh tentara Thailand, termasuk serangan udara," jelas gubernur.
"Karena pertempuran sengit, upaya evakuasi massal tidak dapat segera dilakukan."
"Peluru artileri dijatuhkan di sepanjang jalan, memaksa banyak orang bersembunyi di bunker.
Ketika tembakan mereda antara pukul 18.00 dan 19.00, evakuasi dilanjutkan," kata Rithy.
Pihak berwenang telah memobilisasi pasukan keamanan, personel darurat, dan tim bantuan kemanusiaan untuk membantu keluarga-keluarga terdampak.
Gubernur Rithy mengonfirmasi makanan darurat, tempat tinggal sementara, dan bantuan medis telah diberikan kepada para pengungsi.
Thailand dalam konflik pada Kamis kemarin mengerahkan 6 jet tempur jenis F-16.
Sedangkan Kamboja dilaporkan menyasar pangkalan militer Thailand yang dekat perbatasan.
Media Thailand Bangkok Post mengungkapkan jumlah korban tewas akibat serangan Kamboja meningkat menjadi 12 orang.
Termasuk seorang anak laki-laki berusia delapan tahun tewas dalam kejadian itu.
Sementara lebih dari 30 orang terluka.
Arus Pengungsi di Thailand
Dalam konflik dengan Kamboja pada Kamis kemarin, pemerintah Thailand mengevakuasi hingga 40.000 penduduk di dekat perbatasan ke tempat penampungan darurat sedang berlangsung.
Kepala distrik Sutthiroj Charoenthanasak mengatakan dua roket menghantam desa tersebut pada pukul 09.40 pagi saat warga sedang menunggu evakuasi.
Empat orang terluka dan dua orang kemudian meninggal dunia di rumah sakit, seorang anak berusia 12 tahun dan seorang dewasa.
Dilansir dari Bangkok Post, pihak berwenang mengevakuasi warga dari 86 desa ke tempat penampungan darurat di sekolah-sekolah di distrik Prasat, Surin.
Menurut Sutthiroj, kapasitas tempat penampungan memadai dan sebagian besar pengungsi telah tiba dengan selamat.
Para pejabat belum meninjau lokasi serangan karena kekhawatiran atas terus berlanjutnya tembakan artileri Kamboja, tambahnya.
(Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Tunda Pembebasan 18 Tentara Kamboja, Thailand Disebut Langgar Konvensi Jenewa |
|
|---|
| Kamboja Larang Keluarga Tentara yang Gugur Unggah Prosesi Pemakaman |
|
|---|
| Meski Tak Punya Jet Tempur, Inilah Pertahanan Rahasia Kamboja |
|
|---|
| VIDEO: Kamboja dan Thailand Saling Tuding Soal Pelanggaran Gencatan Senjata |
|
|---|
| VIDEO: Buntut Konflik Dengan Kamboja, Thailand Alami Kerugian Negara Rp 5 Triliun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20250725-Perang-Thailand-vs-Kamboja.jpg)