Perlindungan Anak
Pemkot Pangkalpinang Perkuat Perlindungan Anak Usai Kasus Bullying Basel
Tragedi meninggalnya siswa SD di Toboali, Bangka Selatan karena dugaan perundungan memicu keprihatinan
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Teddy Malaka
POSBELITUNG.CO - Tragedi meninggalnya siswa SD di Toboali, Bangka Selatan karena dugaan perundungan memicu keprihatinan dan respons serius dari berbagai pihak.
Pemerintah Kota Pangkalpinang menyatakan belasungkawa dan komitmen untuk memperkuat perlindungan terhadap anak.
Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin menegaskan bahwa kasus tersebut menjadi pengingat bahwa lingkungan sekolah harus aman dan nyaman untuk anak-anak.
Ia menilai perundungan bukan kenakalan biasa, tetapi bentuk kekerasan yang bisa berujung fatal bila diabaikan.
"Kami turut berduka atas kejadian di Bangka Selatan. Di Pangkalpinang, berbagai langkah pencegahan telah kami lakukan," kata Unu, Selasa (29/7/2025).
Ia menyebutkan bahwa upaya tersebut mencakup edukasi, pembentukan forum pelaporan, dan satuan tugas perlindungan anak.
Pemkot Pangkalpinang juga melibatkan psikolog, akademisi, lembaga pendidikan, hingga organisasi masyarakat seperti Institut Pahlawan 12.
Langkah ini bertujuan agar program sosialisasi dan pendampingan dapat menjangkau langsung lingkungan sekolah dan masyarakat.
Unu menegaskan bahwa sosialisasi terpadu perlindungan anak sedang disiapkan dan masyarakat didorong aktif melapor jika terjadi kekerasan.
"Satgas sudah kami bentuk, forum pelaporan juga tersedia. Jangan takut untuk melapor. Kami akan tangani setiap laporan," ujarnya.
Menurut Unu, perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga orang tua, guru, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap semua pihak berperan aktif dalam pengawasan dan pendampingan anak-anak baik di sekolah maupun di rumah.
"Tak boleh ada satu pun anak merasa takut atau tidak aman. Jika ada tanda kekerasan, laporkan segera," imbuhnya.
Kepala DP3AKB Pangkalpinang, Agustu Afendi mengatakan pihaknya telah rutin melakukan sosialisasi anti-bullying ke sekolah-sekolah.
Menurutnya, program edukasi ini dibarengi kerja sama formal dengan sekolah untuk memperkuat sistem pelaporan kasus kekerasan.
| Kendala Sinyal di Tengah Laut, Kru Kapal Feliana Terpaksa Pulang agar Bisa Hubungi Basarnas |
|
|---|
| Kesaksian Wahyu di Pelabuhan ASDP Manggar, Ungkap Korban Terpeleset di Buritan dan Tak Bisa Berenang |
|
|---|
| Bukan ABK, Korban Hilang di Selat Karimata Ternyata Bagian dari Pemancing |
|
|---|
| Video : Iran Simpan 11 Ton Uranium Pascaserangan AS, Dunia Khawatir Krisis Nuklir Kian Memanas |
|
|---|
| Comeback Sempurna! Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026 Tanpa Kehilangan Satu Gim |
|
|---|