Program MBG di Bangka Belitung

SPPG Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal di Bangka Belitung

Dhini, sapaan akrab Nyayu Kurnia Ramadhini, menyebut setidaknya saat ini ada 31 titik SPPG di Babel.

Editor: Novita
Dokumentasi Posbelitung.co
POS BELITUNG HARI INI - Pos Belitung Hari Ini edisi Senin, 20 Oktober 2025, memuat headline berjudul SPPG Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Sedikitnya 1.100 tenaga kerja lokal terserap pada 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Jumlah yang terdata di Regional SPPG Babel itu akan bertambah seiring rencana operasional 13 SPPG lainnya di bulan ini.

Capaian ini menandai satu tahun pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pada hari ini, Senin (20/10/2025). 

Pendirian SPPG untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan satu di antara program Prabowo-Gibran.

“Kami menargetkan untuk seluruh SPPG bisa beroperasi 100 persen pada tahun ini sehingga masyarakat bisa terlayani dan seluruhnya mendapatkan manfaat,” ujar Kepala Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Babel, Nyayu Kurnia Ramadhini saat ditemui Bangka Pos Group di SPPG Polda Babel, Jalan Linggar Jati No 1, Kelurahan Batin Tikal, Kecamatan Tamansari, Kota Pangkalpinang, Kamis (17/10/2025).

SPPI sendiri merupakan program inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto melalui Universitas Pertahanan RI untuk mendukung Gerakan MBG.

SPPI kemudian diberikan pembekalan untuk mengelola SPPG di seluruh Indonesia.  

Dilansir situs BGN, lulusan program ini akan diangkat menjadi ASN di BGN RI.

Dhini, sapaan akrab Nyayu Kurnia Ramadhini, menyebut setidaknya saat ini ada 31 titik SPPG di Babel. 

Dari jumlah itu, sebanyak 18 SPPG sudah beroperasi sepenuhnya. Sementara 13 SPPG lainnya direncanakan beroperasi penuh pada Oktober ini.

Selain itu, Dhini mengatakan ada 123 SPPG baru sedang dalam tahap pembangunan. 

Sebagian di antaranya sudah mulai membangun untuk pecepatan pembangunan di tahun 2025.

Namun Dhini juga mengakui bahwa ada dua SPPG di wilayah Belitung dan Belitung Timur yang sementara dihentikan operasionalnya akibat kendala internal yayasan pengelola.

“Keduanya sedang kami evaluasi, tetapi terus kami dorong untuk beroperasi dan kabar terbaru akan beroperasi dalam waktu dekat. Kalau memang tidak bisa berjalan, akan kami ganti dengan mitra baru agar program tidak terhenti,” tegasnya.

Dhini menjelaskan, peran Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat provinsi bukan hanya sebatas mendistribusikan makanan bergizi, tetapi juga menjadi pusat koordinasi antarinstansi serta penggerak utama di lapangan.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved