Berita Bangka Selatan
Dua Menteri dan Dirut Pertamina akan Berkunjung ke Sadai Bangka Selatan
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung tengah mematangkan persiapan menyambut kedatangan tiga pejabat pusat
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
POSBELITUNG.CO, BANGKA – Dua menteri kabinet merah putih Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan berkunjung ke Desa Tukak, Kecamatan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan.
Dua menteri yang akan datang pada (19/12/2025) mendatang yakni Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Ferry Joko Juliantono.
Selain itu akan datang juga Direktur Pertamina, Simon Aloysius Mantiri untuk menghadiri peluncuran sarana penunjang ekonomi nelayan.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung tengah mematangkan persiapan menyambut kedatangan tiga pejabat pusat tersebut.
Kunjungan ini dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan penguatan program Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
“Kunjungan ke Desa Tukak terkait Kampung Nelayan Merah Putih, KDMP sarta launching Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN-Red),” kata Debby Vita Dewi, Wakil Bupati Bangka Selatan, kepada Bangkapos.com, Senin (15/12/2025).
Menurut Debby, pemerintah daerah saat ini fokus pada kesiapan teknis dan koordinasi lintas sektor agar kunjungan berjalan lancar. Koordinasi tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga melibatkan pemerintah provinsi serta pemerintah desa setempat.
Kehadiran para menteri tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat langsung potensi yang dimiliki Desa Tukak, khususnya sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Ia menegaskan bahwa kesiapan desa menjadi faktor penting agar program pusat dapat berjalan optimal di daerah.
Pasalnya, di sana memiliki potensi laut dan sumber daya perikanan cukup melimpah. Jika terealisasi, program ini diyakini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat pesisir.
Terutama dalam pengembangan ekonomi dan kesejahteraan nelayan. Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Melainkan turut mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian nelayan. Melalui program ini, KKP akan menyalurkan berbagai fasilitas pendukung seperti cold storage atau gudang pendingin, pabrik es, dan SPBUN.
Artinya, banyak sekali manfaat yang berkaitan dengan kelautan yang akan diberikan kepada nelayan. Bukan sekadar bantuan, tapi investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat pesisir. Fasilitas-fasilitas tersebut akan membantu nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan serta memperkuat rantai pasok produk perikanan daerah. Kehadiran sarana seperti pabrik es dan cold storage akan membantu menekan biaya produksi.
“Mudah-mudahan semuanya berjalan baik dan tidak ada kendala,” ucap Debby.
Wabup berharap kehadiran para menteri tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat langsung potensi yang dimiliki Desa Tukak, khususnya sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Ia menegaskan bahwa kesiapan desa menjadi faktor penting agar program pusat dapat berjalan optimal di daerah. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan sinergi antar kementerian serta pemerintah daerah.
Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan gerai fisik, pergudangan dan kelengkapan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih. Program ini diarahkan untuk memperkuat basis ekonomi desa melalui koperasi yang terintegrasi dengan sektor unggulan daerah. Selain itu, agenda kunjungan juga menindaklanjuti nota kesepahaman bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait sinergi program pemberdayaan dan pengembangan koperasi.
“Sinergi ini diharapkan mampu mendukung optimalisasi usaha masyarakat di sektor kelautan dan perikanan, khususnya bagi nelayan,” sebutnya.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Kamarudin, menyambut baik rencana kunjungan dua menteri tersebut. Ia menilai kehadiran pejabat tinggi negara menjadi perhatian penting bagi pengembangan wilayah pesisir, terutama di Kecamatan Tukak Sadai. Kunjungan tersebut dapat memberikan dorongan nyata bagi peningkatan sektor kelautan, perikanan, dan koperasi di Desa Tukak maupun Desa Sadai.
Menurutnya, potensi pesisir Bangka Selatan perlu mendapat perhatian lebih melalui program-program nasional yang berkelanjutan. Desa Tukak telah ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Penetapan tersebut menjadi dasar bagi pengembangan kawasan pesisir yang terintegrasi dengan program pemberdayaan ekonomi nelayan. Selain peninjauan kawasan kampung nelayan, agenda kunjungan juga mencakup rencana peletakan batu pertama pembangunan SPBUN.
“Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar yang lebih mudah, terjangkau, dan tepat sasaran,” kata Kamarudin. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Kisah Esti Mengubah Toko Pulsa Jadi Pusat Transaksi Warga di Desa Tepus Bangka Selatan |
|
|---|
| Delapan Aset Bos Timah Afat Disegel, Kejari Basel Buru Aset Tersangka Tata Kelola Timah Rp4,16 T |
|
|---|
| Rumahnya Digeledah Bareskrim Lagi, Asui Bos Timah Selundupan ke Malaysia Masih Misterius |
|
|---|
| Suami di Toboali Jadi Tersangka KDRT, Aniaya Istri hingga Berdarah Dipicu Cemburu |
|
|---|
| Masuk DPO, Polisi Sebar Tampang dan Ciri-ciri Pelaku Kekerasan Anak di Bangka Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Bangka-Selatan-Debby-Vita-Dewi-Sept-2024.jpg)