Berita Belitung

SPPG Air Seruk Jelaskan Alasan Penyajian Menu Kering Program MBG Selama Ramadan

Penyajian menu kering dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan sempat menuai berbagai komentar dari warganet dan orang tua ...

Istimewa/ dok SPPG Air Seruk
Relawan SPPG Air Seruk menggunakan kostum power ranger saat mengantar MBG kepada murid TK beberapa waktu lalu. Insiatif ini dilakukan agar anak-anak lebih tertarik menerima menu MBG. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Penyajian menu kering dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan menjadi perhatian warganet dan orang tua siswa. Menanggapi berbagai komentar tersebut, pihak pelaksana program memastikan bahwa penyusunan menu telah melalui sejumlah pertimbangan.

Mitra SPPG Air Seruk, Anjas Ansari mengatakan, menu yang diberikan kepada para penerima manfaat tidak ditentukan secara sembarangan. Penyusunan menu mempertimbangkan kebutuhan gizi, biaya makanan (foodcost), hingga waktu konsumsi selama Ramadan.

Menurut Anjas, salah satu hal utama yang diperhatikan adalah penyesuaian foodcost berdasarkan kategori penerima.

"Menu itu ada porsi kecil dan porsi besar. Porsi kecil untuk TK, PAUD, balita, serta siswa SD kelas 1 sampai 3. Sedangkan porsi besar untuk SD kelas 4 sampai SMA. Karena di sini tidak ada SMA, maka digantikan pesantren,” ujar Anjas pada Minggu (8/3/2026). 

Ia menjelaskan, perbedaan porsi tersebut juga berpengaruh pada biaya makanan.

Berdasarkan ketetapan dari BGN, untuk porsi kecil ditetapkan sebesar Rp8.000 per paket, sementara porsi besar Rp10.000.

Selain itu, penyajian menu kering selama Ramadan juga disesuaikan dengan waktu makan penerima manfaat, yakni saat berbuka puasa.

“Menu kering ini menyesuaikan jam makan. Jangan sampai ketika waktu berbuka puasa, makanan itu tidak bisa dimakan atau sudah tidak layak,” katanya.

Relawan SPPG Air Seruk menggunakan kostum power ranger saat mengantar MBG kepada murid TK beberapa waktu lalu. Insiatif ini dilakukan agar anak-anak lebih tertarik menerima menu MBG.
Relawan SPPG Air Seruk menggunakan kostum power ranger saat mengantar MBG kepada murid TK beberapa waktu lalu. Insiatif ini dilakukan agar anak-anak lebih tertarik menerima menu MBG. (Istimewa/ dok SPPG Air Seruk)

Anjas juga menegaskan bahwa pihaknya mempertimbangkan kecocokan menu sesuai usia penerima manfaat.

Karena, tidak mungkin menu anak TK disamakan dengan anak SD kelas 6.

"Selain itu juga ada kecocokan antara makanan dengan selainya. Misalnya, tidak mungkin ubi dipadukan dengan keju. Itu yang kami maksud kecocokan menu,” ujarnya.

Namun demikian, untuk santri di pesantren yang menjadi penerima manfaat di SPPG Air Seruk, menu tetap disajikan dalam bentuk makanan basah.

“Kami kebetulan ada pesantren. Mereka tetap mendapatkan menu basah karena makanan diantar sebelum waktu berbuka puasa,” katanya.

Kemudian, Anjas juga sangat memperhatikan tampilan atau kemasan makanan yang diberikan kepada siswa.

Menurutnya, selain kandungan gizi, tampilan dan keamanan kemasan juga menjadi perhatian maayarakat.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved