Berita Belitung

SPPG Air Seruk Jelaskan Alasan Penyajian Menu Kering Program MBG Selama Ramadan

Penyajian menu kering dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan sempat menuai berbagai komentar dari warganet dan orang tua ...

Istimewa/ dok SPPG Air Seruk
Relawan SPPG Air Seruk menggunakan kostum power ranger saat mengantar MBG kepada murid TK beberapa waktu lalu. Insiatif ini dilakukan agar anak-anak lebih tertarik menerima menu MBG. 

“Kami tidak pernah menggunakan plastik kresek. Minimal menggunakan thinwall, stand pouch, atau mika supaya pengantaran aman, tetap steril dan ketika dimakan juga aman,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga menggunakan tote bag khusus untuk distribusi makanan agar lebih rapi dan higienis.

“Makanya kami pakai tote bag yang jumlahnya dua kali dari sasaran. Hari ini kami kasih, besok dikembalikan dan diganti dengan yang baru,” katanya.

Selain itu, pada setiap kemasan makanan juga ditempelkan empat informasi penting, yakni informasi menu, harga, kandungan gizi, serta cara konsumsi.

"Berdasarkan hasil zoom meeting, informasi itu bukan hanya disampaikan di media sosial, tapi juga wajib ditempel di kemasan makanan,” ujarnya.

Pada intinya, kata Anjas, dalam menentukan menu MBG, tetap melibatkan berbagai pihak melalui proses diskusi.

Diawali dengan penghitungan kebutuhan gizi, kesesuaian foodcost, ketersediaan bahan lokal hingga kemasan. 

Bahkan pihaknya juga mempertimbangkan penerima yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu. 

Setiap tahapannya dibahas bersama antara ahli gizi, akuntan yang menghitung foodcost, mitra pelaksana, serta disetujui oleh kepala SPPG.

“Jadi tidak serta merta ditentukan ahli gizi langsung dimasak. Tapi ada diskusi panjang sebelum diputuskan,” katanya. (posbelitung.co/dede suhendar) 

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved