Berita Belitung Timur
Waspada ISPA, Kemarau Panjang Bakal Terjadi hingga Agustus, Dinkes Beltim Minta Warga Pakai Masker
Supardi, mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penyakit pernapasan selalu menjadi yang paling dominan
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Hendra
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Musim kemarau di Kabupaten Belitung Timur diprediksi akan berlangsung cukup panjang hingga Agustus 2026 mendatang.
Kondisi ini membawa perubahan nyata di lapangan, terutama meningkatnya debu yang beterbangan di jalanan dan permukiman warga.
Bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan, ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) kini berada di depan mata.
Hal ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).
Kepala Bidang P2P Dinkes Beltim, Supardi, mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penyakit pernapasan selalu menjadi yang paling dominan saat musim kemarau tiba.
"Penyakit-penyakit yang dominan pada musim kemarau itu biasanya berkaitan dengan pernapasan. Karena pada musim kemarau, intensitas debu lebih banyak," ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Tidak hanya debu jalanan, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di musim panas juga dapat memperburuk kualitas udara. Asap dari sisa pembakaran lahan bisa menyebar cepat dan masuk ke paru-paru warga.
"Karena banyak terjadi kebakaran, otomatis intensitas asap juga lebih banyak. Jadi penyakit-penyakit infeksi saluran pernapasan seperti flu, pilek, batuk, itu paling dominan yang terjadi," ucap Supardi.
Supardi menjelaskan, meskipun penyakit-penyakit tersebut terlihat sepele, pada suatu waktu kondisi ini bisa mengganggu produktivitas warga jika tidak disertai upaya perlindungan.
Sebagai langkah antisipasi, Supardi mengimbau warga Belitung Timur untuk kembali membudayakan penggunaan masker saat keluar rumah. Masker dianggap sebagai benteng pertama untuk meminimalkan kontak langsung dengan partikel debu dan asap yang beterbangan.
"Kalau untuk mereka yang banyak beraktivitas di luar rumah, sebaiknya gunakan masker. Jadi bisa meminimalkan kontak dengan debu dan asap tersebut," ungkapnya.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat balita dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terpapar ISPA.
Selain masker, menjaga hidrasi tubuh dengan cukup minum air putih juga sangat disarankan. Udara kering saat kemarau cenderung membuat tenggorokan lebih sensitif, sehingga asupan cairan menjadi kunci agar saluran pernapasan tetap lembap.
Dinas Kesehatan akan terus memantau tren kunjungan pasien di tiap fasilitas kesehatan (faskes) selama periode kemarau ini.
Masyarakat juga diharapkan dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih nyaman melalui imbauan ini. Pencegahan dini menjadi kunci agar kemarau tahun ini tidak membuat warga berakhir di ruang perawatan rumah sakit.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)
| Suara Hati Petugas Kebersihan Manggar, Harap Nasib PPPK Belitung Timur Aman 2027 |
|
|---|
| Kisah Bobby, Petugas Kebersihan di Beltim yang Bertahan 13 Tahun dari Honorer hingga PPPK |
|
|---|
| Belanja Pegawai Tembus 53 Persen, Pemkab Belitung Timur Cari Solusi Penuhi Batas UU |
|
|---|
| Ekonomi Belitung Timur Tumbuh 4,30 Persen, PDRB 2025 Tembus Rp11,98 Triliun |
|
|---|
| Pencuri Senapan Angin dan Genset di Manggar Diringkus Polisi, Korban Rugi Rp7 Juta Rupiah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Menunggu-pelayanan-kesehatan-di-manggar.jpg)