Berita Bangka Belitung

Pengendara Mobil Plat Luar Dilarang Beli Bio Solar di Bangka Belitung

Pembatasan pengisian Bio Solar hanya untuk kendaraan pelat BN dan terdaftar dalam sistem Fuel Card tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Babel.

Editor: Fitriadi
Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha
HARGA BARU DEXLITE - Dispenser SPBU Desa Padang, Manggar untuk BBM non-subsidi jenis Dexlite, Sabtu (18/4/2026). Penyesuaian harga yang berlaku mulai pukul 00.00 WIB ini mencatatkan kenaikan fantastis mencapai Rp9.650 dari harga sebelumnya, yang mengakibatkan jalur pengisian Dexlite di SPBU tersebut mendadak sepi pembeli sepanjang hari ini. 

“Kalau sekarang isi penuh bisa sampai Rp1,3 juta,” ujar Ratika (28), warga asal Palembang, Sumatera Selatan, kepada Bangkapos.com, Senin (20/4/2026).

Ratika memiliki mobil diesel berpelat BG.

Setiap kali ia mengisi BBM di SPBU, petugas meminta kartu kendali pembelian BBM.

Karena tidak memiliki kartu kendali pembelian BBM, ia tidak punya pilihan selain menggunakan Dexlite. Padahal sebelumnya, biaya pengisian masih relatif terjangkau.

“Dulu setengah tangki sekitar Rp500 ribuan, sekarang hampir Rp900 ribu,” katanya.

Kenaikan harga Dexlite yang kini berada di kisaran Rp24.000 per liter membuat pengeluaran semakin membengkak.

Ratika pun hanya bisa menyiasati kondisi tersebut, bahkan sempat berseloroh mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif.

“Mungkin ke depan pakai mobil listrik saja, biar tidak ribet,” ujarnya.

Balik Kanan

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite mengejukan Susanto (38) alias Codet, warga Desa Pangkalbuluh, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dia terpaksa menyuruh sopir truk miliknya di SPBU untuk pulang setelah mendapat kabar kenaikan harga.

“Saya kira naiknya paling seribu dua ribu, ternyata langsung melonjak hampir dua kali lipat. Saya suruh sopir balik dulu karena masih ada sisa,” ujar Codet saat dihubungi Bangkapos.com, Minggu (19/4/2026).

Menurut Codet, lonjakan harga tersebut terjadi secara mendadak tanpa informasi yang memadai, sehingga mengacaukan perhitungan operasional yang telah disusun sebelumnya.

“Perasaan pertama jelas kaget dan marah. Tidak ada pemberitahuan, tibatiba naik tinggi. Mau tidak mau semua hitungan operasional harus diubah,” katanya.

Biasanya, Codet hanya merogoh koceknya sebanyak Rp350.000 untuk pengisian 25 liter BBM Dexlite.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved