Program SOLUSI Tanam 18.750 Mangrove di Juru Seberang, Bangun Benteng Pesisir Tanjungpandan

Yayasan Tarcius Centre Indonesia (YTCI) melalui Program Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu di Indonesia (SOLUSI) menggelar penanaman mangrove

Tayang:
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Jajaran YTCI dan tamu undangan berfoto bersama sebelum kegiatan penanaman mangrove di Tanjung Batang, Desa Juru Seberang, Belitung, Selasa (5/5/2026). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Yayasan Tarcius Centre Indonesia (YTCI) melalui Program Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu di Indonesia (SOLUSI) menggelar penanaman mangrove di kawasan Tanjung Sabang, Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Selasa (5/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus memperkuat perlindungan wilayah pantai dari ancaman abrasi dan banjir.

Dalam penanaman ini dihadiri perwakilan konsorsium dari Capacity Development GIZ, Rio Supriyanto, Project Manager SNV, Audrie serta tamu undangan lainnya. 

Project Manager Yayasan Tarcius Centre Indonesia, Ade Afrilian Saputra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan seremoni penanaman mangrove dalam rangka Program SOLUSI yang melibatkan kelompok masyarakat setempat.

“Kegiatan hari ini merupakan seremoni penanaman mangrove dalam rangka Program Solusi Desa Juru Seberang. Sebelumnya, Kelompok Masyarakat Bakau Teruntum yang bekerja sama dengan TCI sudah lebih dulu menanam sebanyak 12.500 bibit mangrove di lahan seluas 4 hektare,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kelompok masyarakat tersebut akan terus melakukan perawatan hingga tahun 2028, termasuk monitoring rutin dan penyulaman tanaman yang mati.

Oleh sebab itu, total bibit mangrove yang disiapkan mencapai 18.750 batang yang ditanam secara bertahap, termasuk untuk kebutuhan penyulaman.

“Setiap satu bulan sekali mereka akan melakukan monitoring dan mengganti tanaman mangrove yang mati. Harapannya pada tahun 2028 seluruh mangrove dapat tumbuh dengan baik dan menjadi habitat bagi udang, kepiting, dan biota pesisir lainnya,” katanya.

Ade menuturkan, Desa Juru Seberang dipilih karena memiliki peran strategis sebagai benteng alami bagi kawasan Tanjungpandan.

Sehingga kelestarian hutan mangrove harus selalu dijaga sebagai benteng penahan abrasi sekaligus tempat eksistem muara. 

“Jika mangrove di kawasan Seberang hilang, maka Tanjungpandan berpotensi mengalami degradasi pantai bahkan risiko banjir,” jelasnya.

Lokasi penanaman difokuskan di kawasan Tanjung Sabang yang dinilai paling sesuai berdasarkan hasil pemetaan.

Sebab, di area tersebut sudah mengalami degradasi cukup luas dan dulunya merupakan habitat mangrove, sehingga sangat tepat untuk dilakukan penanaman. 

Selain rehabilitasi mangrove, Program SOLUSI juga akan mendorong pengembangan sektor ekowisata di Desa Juru Seberang.

“Kedepan akan dibangun panggung laut dan pembentukan bank sampah, terutama untuk pengelolaan sampah plastik,” tambahnya.

Program SOLUSI sendiri merupakan kolaborasi antara Bappenas dan Pemerintah Jerman yang diimplementasikan oleh konsorsium GIZ, ICRAF, Yayasan KEHATI, dan SNV dengan melibatkan masyarakat.

Selain di Kabupaten Belitung, program ini juga berjalan di Kabupaten Belitung Timur, tepatnya di Desa Gantung dengan jumlah bibit yang sama, yakni 18.750 batang.

Secara keseluruhan, terdapat enam desa intervensi dalam Program SOLUSI, masing-masing dengan fokus berbeda mulai dari rehabilitasi mangrove, pengelolaan sampah, pengembangan ekowisata, hingga perlindungan satwa dan penguatan sektor pertanian.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved