Kecelakaan Maut Atlet POPDA Belitung Timur, Keluarga Tuntut Keadilan
Sudah dua hari sejak kecelakaan maut pada Senin (4/5/2026) sore yang menghilangkan nyawa Rappeh (15)
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Ardhina Trisila Sakti
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Suasana duka menyelimuti sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Gantung, Rabu (6/5/2026).
Sudah dua hari sejak kecelakaan maut pada Senin (4/5/2026) sore yang menghilangkan nyawa Rappeh (15), putri tercinta Farida (44).
Farida masih mengingat jelas detik-detik dunianya seakan runtuh. Sore itu ia sedang berbaring istirahat ketika ponselnya berdering.
Suara yang terdengar adalah Wilson, pelatih basket putrinya yang mengabarkan Rappeh mengalami kecelakaan.
"Saya nggak percaya. Ah, nggak mungkin lah kata saya. Tapi nggak lama setelah itu, telepon kedua datang dari teman saya yang mengabarkan anak kamu (Rappeh) sudah tidak ada," cerita Farida.
Duka yang datang itu membuat tubuh Farida ambruk seketika.
Saat pihak kepolisian datang menjemputnya untuk ke rumah sakit beberapa saat setelah kejadian, Farida benar-benar kehilangan kekuatan untuk berdiri.
"Lutut saya ini gemetar semua, saya nggak tahu apa-apa itu kan. Saya bilang, kalau bisa tolonglah diwakilkan karena saya memang tidak sanggup," ucapnya.
Sepupu Rappeh, Abdul (26) akhirnya menjadi orang yang menguatkan hati untuk mengurus segala keperluan di rumah sakit. Abdul adalah orang pertama dari pihak keluarga yang melihat kondisi Rappeh di ruang jenazah.
Sambil menahan tangis, Abdul sempat mencari tahu kronologi kejadian kepada rekan Rappeh yang selamat namun masih dalam perawatan.
"Katanya dia deras karena lihat mobil. Cuma itu yang bisa dijawab karena dia juga masih syok," ungkap Abdul.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian nahas tersebut terjadi di depan Pertashop di Jalan Raya Manggar-Gantung.
Saat itu, Rappeh yang merupakan atlet POPDA cabang olahraga basket putri, bersama temannya tengah melaju menuju ke arah Manggar, sedangkan mobil tersebut melaju menuju ke arah Gantung.
Setelah jenazah Rappeh dimakamkan secara layak, keluarga kini mulai fokus untuk mencari kebenaran.
Pada hari Selasa, 5 Mei pihak keluarga secara resmi telah membuat laporan polisi terkait kecelakaan ganda tersebut.
| Cerita Ngadiono Ajak Istri Lompat Keluar Jendela saat Bus ALS Tabrakan Hebat dengan Truk Tangki BBM |
|
|---|
| Pemkab Beltim Gandeng BPMP Babel Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Capaian SPM |
|
|---|
| Tujuh Kepala OPD Belitung Timur Hasil Selter akan Dilantik di Pulau Buku Limau |
|
|---|
| Tragedi Jalinsum Muratara, Bus ALS Tabrakan dengan Mobil Tangki BBM, 16 Tewas |
|
|---|
| Dulu Tak Tahu Prosedur, Kini Herkoles Siap Jaga Kelestarian Penyu di Desa Burung Mandi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi-kecelakaan-au-banteng.jpg)