Berita Belitung Timur

Mengenang Rappeh, Korban Kecelakaan di Beltim yang Dikenal Pantang Menyerah

Kepergian Rappeh (15), siswi berprestasi asal Kecamatan Gantung, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan sekolahnya. Calon ...

Tayang:
Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha/Kautsar Fakhri Nugraha
KENANGAN MENDALAM - Sosok almarhumah Rappeh (15) (Paling kiri), siswi asal Kecamatan Gantung, Belitung Timur, semasa hidup. Atlet basket putri POPDA Beltim ini tutup usia dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Manggar-Gantung, Senin (4/5/2026) sore. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Suasana duka masih menyelimuti sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (7/5/2026). Farida (44) tampak terduduk lemas di tengah keluarga yang datang melayat, matanya sembap menahan kesedihan atas kepergian putrinya, Rappeh (15).

Tiga hari telah berlalu sejak kecelakaan tragis yang terjadi di kawasan Pertashop Jalan Raya Manggar-Gantung pada Senin (4/5/2026) merenggut nyawa siswi berprestasi tersebut.

Farida mengingat, sebelum kejadian, putrinya sempat berpamitan untuk pergi latihan basket di Sport Centre Kecamatan Damar sebagai persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang akan digelar pada Juli mendatang.

Tak pernah terbayangkan oleh Farida bahwa hari itu adalah terakhir kalinya ia melihat putri kecilnya itu.

Di mata keluarga, Rappeh sendiri adalah sosok yang tidak banyak bunyi. Namun, ia memiliki ambisi besar jika menyangkut cita-cita dan tanggung jawab.

"Dia itu orangnya aktif, Pak. Di rumah, sekolah, luar sekolah, semua aktif. Pokoknya apa yang menurut cita-citanya harus tercapai," ujar Farida.

Kesedihan Farida semakin dalam jika mengingat Rappeh yang tak kenal menyerah. Di sekolah, Rappeh sempat merasakan kegagalan saat mencoba seleksi Pramuka dan Paskibraka waktu kelas dua.

Namun, Rappeh kembali mencoba di kelas tiga, berlatih lebih keras, dan memperbaiki diri. Hasilnya, ia dinyatakan lolos seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Bangka Belitung.

Rappeh seyogyanya akan berangkat ke Pulau Bangka pada Juni mendatang untuk mengikuti pemusatan latihan Paskibraka.

"Kemarin nggak lolos, akhirnya ikut lagi kelas tiga. Alhamdulillah lolos Paskibraka. Bulan enam ini harusnya dia sudah berangkat ke Bangka," ucap Farida. 

Kepergian Rappeh meninggalkan lubang besar di hati banyak orang. Bukan hanya keluarga, tapi juga guru dan rekan-rekan sebayanya yang mengenal sosoknya sebagai pribadi yang lurus. 

Guru-guru yang datang melayat ke rumah duka memberikan kesaksian serupa mengenai perilaku Rappeh di sekolah. Ia dikenal sebagai siswa berprestasi yang tidak pernah membuat masalah. 

"Guru-gurunya bilang jangan khawatir, Rappeh itu anaknya baik, emang nggak ada masalah gitu di mana pun dia. Di sekolah, dia yang paling baik," ungkap Farida. 

Rappeh juga dikenal sangat loyal kepada teman-temannya. Jika dimintai tolong, ia jarang menolak.

Sejak bangku TK, SD, hingga SMP, Rappeh selalu berada di daftar peringkat teratas kelasnya. Prestasi akademiknya selalu berjalan beriringan dengan talenta non-akademiknya. 

Bagi Farida, kepergian Rappeh adalah luka yang tak terbayangkan. Sosok anaknya kini pergi mendahului keluarga mereka. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved