Berita Belitung Timur

Ekonomi Masyarakat Kecamatan Dendang Ditopang Sektor Perkebunan, Pertanian dan Nelayan

Hampir di setiap sudut desa, hamparan kebun sawit rakyat menjadi pemandangan, nilai jualnya yang tinggi membuat sawit kini jadi mesin uang

Tayang:
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Hendra
Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
SAWAH APUNG - Beberapa petak sawah yang dikembangkan melalui sistem sawah apung di Kecamatan Dendang, Belitung Timur, Selasa (12/5/2026). Inovasi yang digerakkan oleh generasi muda setempat ini menjadi satu di antara terobosan untuk memaksimalkan lahan sekaligus memperkuat sektor tanaman pangan di samping komoditas perkebunan utama seperti kelapa sawit dan lada.  

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, kekayaan alam berupa tanah dan laut masih menjadi penopang utama kehidupan mayoritas warga di Kecamatan Dendang, Belitung Timur, Selasa (12/5/2026).

Potensi ekonomi masyarakat didominasi oleh tiga sektor besar, yakni perkebunan, pertanian, dan kelautan. Sinergi ketiga sektor ini menciptakan perputaran ekonomi bagi masyarakat desa.

"Di sini mayoritas masyarakat mengandalkan hidup sebagai petani, pekebun, serta nelayan. Alhamdulillah, masyarakat kita memanfaatkan tanahnya semaksimal mungkin," ujar Susiawati, Camat Dendang.

Saat ini, kelapa sawit merupakan komoditas primadona di Kecamatan Dendang. Tanaman ini menjadi pilihan utama masyarakat karena pasarnya yang sangat menjanjikan disertai alur penjualan yang jelas dan stabil.

Hampir di setiap sudut desa, hamparan kebun sawit rakyat menjadi pemandangan. Nilai jualnya yang tinggi membuat sawit kini menjadi mesin uang bagi banyak keluarga di Dendang.

Sahang dan Padi

Masyarakat Dendang tidak semata-mata menanam sawit saja. Lada putih atau yang biasa mereka sebut sahang tetap menjadi andalan di hampir setiap desa. 

Kehadiran sahang tetap terjaga sebagai warisan pertanian daerah, khususnya pulau Belitong.

Susiawati menyebut satu di antara wilayah yang masih konsisten mempertahankan kualitas sahangnya adalah Desa Balok.

Selain perkebunan, sektor tanaman pangan juga terus menunjukkan tren positif. Tanaman padi tidak hanya dikembangkan secara konvensional di area persawahan, tetapi juga melalui sentuhan inovasi modern.

Satu di antara yang menarik perhatian pihak kecamatan adalah munculnya inovasi sawah apung yang digerakkan oleh generasi muda.

Susiawati mengatakan inovasi ini adalah angin segar bagi pertanian, apalagi di wilayah yang memiliki banyak rawa.

"Padi selain ditanam di sawah, ternyata di sini ada anak muda, Bang Asror misalnya yang sudah mulai mengembangkan sawah apungnya. Ini perkembangan yang sangat baik," ucapnya.

Tak berhenti di situ, beberapa desa lain juga hadir dengan komoditas unggulan sendiri, contohnya Desa Jengkang. Susiawati mengatakan masyarakat di sana membudidayakan nanas, gaharu, hingga kelapa untuk menambah pundi-pundi pendapatan.

​"Komoditas lain juga berkembang. Kita ada banyak nanas dan gaharu di sini, di Jengkang. Oh iya, kelapa juga ada," ungkapnya.

Tanaman hortikultura atau sayur-mayur juga tak lupa dikembangkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan lokal maupun pasar di luar kecamatan.

Susiawati memandang sektor perkebunan dan pertanian merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi masyarakat. Pohon sawit dan lada ibarat aset yang disimpan untuk masa depan.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi harian, masyarakat biasanya melaut atau budidaya tanaman jangka pendek yang cepat panen.

Sektor kelautan sendiri memegang peranan yang cukup penting, terutama bagi warga yang bermukim di Desa Dendang dan Desa Balok. Hasil laut di wilayah ini terkenal melimpah dan beragam.

Para nelayan setempat rutin memasok ikan, udang, hingga komoditas bernilai tinggi seperti kepiting rajungan dan kepiting batu. Tak ketinggalan, berbagai jenis kerang juga menjadi sumber penghasilan tambahan.

Dari kombinasi antara hasil bumi dan kekayaan laut, Susiawati menilai ekonomi masyarakat Dendang cukup mampu bertahan dalam menghadapi berbagai fluktuasi ekonomi nasional.

"Masyarakat di sini aman selama mereka mau mengolah tanahnya. Kami terus mendukung inovasi-inovasi yang muncul dari warga maupun pemuda setempat," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved