Talasemia di Bangka Belitung
Cegah Talasemia, dr Dora Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini dan Skrining
Mengingat besarnya beban penyakit Talasemia, maka sangat penting untuk di lakukan pencegahan yaitu deteksi dini dan skrining.
"Oleh karena itu selain tranfusi pasien Thalassemia harus minum obat untuk mengelurakn zat besi yang tertimbun di dalam tubuhnya," kata Dora.
Menurutnya, biaya pengobatan pasien Thalassemia cukup besar yang ditanggung oleh pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional yaitu berkisar 300 juta/ tahun untuk setiap pasiennya.
Dengan tingginya jumlah kasus dapat dibayangkan beban penyakit ini dari segi pembiayaan kesehatan.
Kata Dora, pasien Thalassemia major saat ini hanya bisa disembuhkan dengan transplantasi sumsum tulang yang memerlukan biaya besar dan belum ditanggung oleh pembiayaan JKN serta merupakan prosedur yang kompleks dan sulit.
Langkah Pencegahan
Mengingat besarnya beban penyakit ini sangat penting untuk di lakukan pencegahan.
"Seperti sudah disampaikan di awal, Thalassemia mayor diturunkan dari kedua orangtua pembawa sifat (thalassemia minor/trait/ carier)," kata Dora.
Jika kedua orangtua merupakan pembawa sifat kemungkinan lahir anak dengan Thalassemia mayor adalah 25 persen atau satu di antara empat anaknya).
"Jadi agar tidak lahir anak dengan Thalassemia Mayor, harus dihindari adanya pernikahan sesama Thalassemia Minor," jelas Dora.
Pembawa sifat (carier thalassemia) ini berkisar 3 sampai 10 persen dalam populasi tetapi tidak terdeteksi karena mereka sehat tanpa gejala, jadi satu satunya cara adalah dengan melakukan skrining thalassemia dengan pemeriksaan darah khusus sebelum menikah.
Dengan demikian, lanjut Dora, penting deteksi dini kasus thalassemia pada anak untuk mencegah komplikasi penyakit dengan tatalaksana yang baik dan pentingnya skrining Thalassemia sebagai satu-satunya upaya mencegah lahirnya generasi dengan Thalassemia mayor.
"Selain itu ada baiknya semakin banyak anggota masyarakat yang mendonorkan darahnya untuk pasien-pasien Thalassemia," kata Dora.
70 Penderita di Pulau Bangka
Sejumlah anak di Bangka Belitung menderita Talasemia.
Pada 2021, tercatat sekitar 100 anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengidap Talasemia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/dr-dora-spesialis-anak.jpg)