Talasemia di Bangka Belitung
Cegah Talasemia, dr Dora Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini dan Skrining
Mengingat besarnya beban penyakit Talasemia, maka sangat penting untuk di lakukan pencegahan yaitu deteksi dini dan skrining.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pangkalpinang juga mencatat sedikitnya 70 anak penderita Talasemia di Pulau Bangka yang hingga kini masih rutin membutuhkan transfusi darah.
Jumlah tersebut belum termasuk penderita Thalassemia di Pulau Belitung.
Ketua PMI Kota Pangkalpinang, Palang Merah Indonesia Kota Pangkalpinang, Muhammad Iqbal, mengatakan para pasien tersebut tidak hanya berasal dari Kota Pangkalpinang, tetapi juga dari berbagai daerah di Pulau Bangka.
“Yang terdata ada sekitar 70 anak penderita thalasemia. Itu bukan hanya dari Pangkalpinang saja, tetapi dari seluruh Bangka,” kata Iqbal, Minggu (10/5/2026).
Ia menjelaskan, thalasemia merupakan kelainan darah bawaan yang membuat penderitanya harus menjalani transfusi darah secara rutin.
Frekuensi transfusi berbeda pada tiap pasien, tergantung kondisi kesehatan, aktivitas, dan daya tahan tubuh.
“Ada yang dua minggu sekali, ada yang tiga minggu sekali, bahkan sampai sebulan sekali,” ujarnya.
Iqbal menambahkan, saat kondisi tubuh menurun, kebutuhan transfusi bisa menjadi lebih cepat.
PMI Pangkalpinang berupaya menjaga ketersediaan stok darah sesuai golongan pasien, terutama A dan B yang paling sering dibutuhkan.
Namun, keluarga pasien umumnya juga telah memiliki pendonor cadangan untuk mengantisipasi kekosongan stok.
Selain itu, Iqbal menyoroti terbatasnya dokter spesialis thalasemia di Babel yang masih terpusat di RSUP Ir. Soekarno dan RSUD Bangka Tengah, sehingga sebagian pasien harus menempuh jarak jauh untuk layanan rutin.
Talasemia atau sering juga ditulis Thalassemia, yaitu kelainan darah bawaan (genetik) di mana tubuh kekurangan hemoglobin normal.
Kondisi ini menyebabkan sel darah merah mudah rusak, memicu anemia berat, dan bukan merupakan penyakit menular.
Talasemia merupakan kelainan genetik. Penyakit ini diturunkan dari orang tua dan membutuhkan penanganan jangka panjang.
Gejala umum Talasemia di antaranya warna kulit tampak pucat, tubuh mudah lelah, sering mengantuk, dan sesak napas.
Penderita Talasemia membutuhkan transfusi darah rutin setiap dua hingga empat minggu seumur hidup.
Selain itu, penderita harus mengonsumsi obat kelasi besi untuk membuang kelebihan zat besi di dalam tubuh.
(Pos Belitung/w4/t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/dr-dora-spesialis-anak.jpg)