Berita Belitung Timur

Pulau Keran, Surga Tersembunyi di Belitung Timur yang Cocok untuk Healing dan Camping

Pulau Keran di Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur, menawarkan pesona alam yang masih alami dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan..

Tayang:
Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha/Kautsar Fakhri Nugraha
PERMATA TERSEMBUNYI - Pulau Keran yang terletak di kawasan perairan Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur. Pulau kecil tak berpenghuni yang berjarak sekitar 30 menit dari Pelabuhan Mengguru ini menyuguhkan air laut yang jernih, hamparan pasir putih sehalus bedak, serta kemunculan daratan pasir (gusong) memanjang saat air laut sedang surut. 

Monic mengatakan pengunjung tidak akan menemukan deretan bangku taman, bangunan toilet, ataupun warung-warung makan.

Namun, keterbatasan tersebut justru disambut antusias oleh Monic. Ia dan rombongan keluarganya sengaja membawa seluruh perbekalan dan peralatan secara mandiri.

"Kami memang sengaja untuk menginap dan camping di sana. Jadi dari rumah sudah mempersiapkan dan membawa tenda, peralatan memasak di alam terbuka, pancing, hingga hammock untuk bersantai di antara pepohonan," ucapnya.

Aktivitas memancing tentu menjadi agenda wajib bagi rombongan keluarga Monic selama menghabiskan waktu.

Monic dan keluarganya pum berhasil menaikkan beberapa jenis ikan lokal berukuran konsumsi. Di antaranya adalah ikan busol, ikan igu, ikan kerekutak, hingga ikan jejeli.

"Sensasi memancing di sini beda karena karangnya masih bagus. Ikannya macam-macam, ada ikan busol, igu, kerekutak, sampai yang merah-merah seperti ikan jejeli juga dapat banyak kemarin," ungkapnya.

Kemudian, hasil tangkapan langsung mereka bersihkan dan diolah di tepi pantai menggunakan peralatan masak portabel yang telah dibawa.

"Bawa peralatan lengkap jadi bisa sekalian masak hasil pancingan di sana, dipadukan suasana malam yang tenang di pulau tak berpenghuni ini benar-benar pas buat healing melepas penat," ungkapnya.

Sekadar informasi, Pulau Keran juga menyimpan potensi bawah laut yang sangat memukau selain memancing. Tercatat ada lebih dari lima titik (spot) penyelaman snorkeling yang mengelilingi pulau kecil ini.

Pada titik-titik itu terumbu karang alami beraneka bentuk dan warna masih tumbuh subur tanpa kerusakan. Wisatawan bisa berenang santai ditemani ikan-ikan kecil yang berenang di balik jernihnya air.

Tak hanya itu, jika wisatawan datang pada momen yang tepat, Pulau Keran akan memamerkan satu lagi fenomena yang menakjubkan. Saat kondisi air laut sedang surut, hamparan pulau pasir putih atau yang akrab disebut gusong oleh masyarakat Belitung akan muncul memanjang membelah laut.

"Kebetulan kemarin pas kami ke sana air lautnya memang sedang surut. Jadi hamparan pulau pasir atau gusongnya kelihatan memanjang sekali," ungkap wanita berusia 25 tahun tersebut.

Karena antusias ini, masyarakat setempat kini sudah mulai mengelola jasa sewa perahu motor atau boat bagi para pelancong yang ingin menyeberang. Sistem tarif yang diberlakukan pun relatif terjangkau, baik untuk individu maupun rombongan.

Jika dihitung per kepala, tarif sewa perahu motor menuju Pulau Keran biasanya dipatok mulai dari kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000, tergantung pada momentum hari kunjungan. Sementara untuk wisatawan yang datang beramai-ramai, sistem sewa satu perahu berkisar di angka Rp400.000 untuk perjalanan pulang-pergi.

Meskipun nantinya kunjungan mulai menunjukkan tren peningkatan, kelestarian ekosistem tetap harus diperhatikan. Keindahan alam yang masih terjaga adalah aset paling berharga bagi masa depan pariwisata di Kabupaten Belitung Timur.

Bagi Monic, Pulau Keran adalah kemewahan sederhana yang tak tertandingi. Sebuah tempat dimana ia bisa menemukan kembali kecocokannya bersama alam. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved