Cabai dan LPG Non-Subsidi Pengaruhi Inflasi di Belitung Timur

Berdasarkan data bulan Mei 2026, kondisi inflasi dari bulan ke bulan (month-to-month) di Kabupaten Belitung Timur tercatat berada di angka 0,17 persen

Tayang:
Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
RILIS BRS - Plh. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur, Syahroni saat memaparkan rilis resmi perkembangan Berita Resmi Statistik (BRS) terkait inflasi periode Mei 2026 di Kantor BPS Belitung Timur, Selasa (2/6/2026). Dalam pemaparannya, BPS menyoroti andil komoditas cumi-cumi serta pasokan pangan pelengkap yang memicu dinamika inflasi di wilayah tersebut. 

"Di bulan Mei ini baru sempat turun. Tapi kalau kita bicara perbandingan dalam setahun, cumi-cumi memang komoditas dengan kenaikan yang paling tinggi," ungkap Syahroni.

Tanam secara Mandiri

Melihat komoditas pangan yang menjadi satu di antara penyumbang angka inflasi bulan ini, Syahroni pun menyarankan agar ada langkah mitigasi guna menjaga ketahanan ekonomi di tingkat keluarga.

Syahroni mengimbau masyarakat Belitung Timur untuk mulai giat memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing dengan menanam tanaman pangan seperti cabai atau bumbu dapur lainnya demi mewujudkan ketahanan pangan mandiri.

"Mungkin masyarakat coba mulai melakukan program ketahanan pangan mandiri, seperti nanam cabai, nanam tanaman-tanaman rumah tangga yang ada di rumah, sehingga kalau pun terjadi gejolak di luar, itu rumah tangga tidak terlalu terganggu," imbaunya.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved