Berita Belitung Timur
Harga Bumbu Dapur di Beltim Masih Tinggi, Omzet Pedagang Terjun Bebas
Harga cabai, bawang, hingga sejumlah komoditas sayuran di Belitung Timur masih bertahan tinggi. Di tengah pasokan yang lancar, pedagang ..
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Belitung Timur masih bertahan pada level tinggi. Kondisi tersebut masih membayangi aktivitas perdagangan di Pasar Lipat Kajang Manggar, Senin (8/6/2026), terutama pada komoditas bumbu dapur dan sayuran.
Salah seorang pedagang, Amirudin (40) atau yang akrab disapa Mimi, mengatakan beberapa komoditas memang sempat mengalami penurunan harga dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, menurutnya harga yang berlaku saat ini masih tergolong mahal bagi masyarakat.
“Untuk jenis bawang yang lain sebenarnya ini sudah agak turun dibanding seminggu yang lalu. Tapi hitungannya masih tetap mahal untuk masyarakat,” ujar Mimi saat dikonfirmasi Posbelitung.co..
Berdasarkan pantauan di Pasar Lipat Kajang, harga cabai besar saat ini berada di angka Rp60 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit dijual Rp70 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga bawang merah asal Brebes mencapai Rp75 ribu per kilogram. Untuk bawang batu dijual Rp50 ribu per kilogram dan bawang peking Rp42 ribu per kilogram.
Mimi pun mengatakan lonjakan harga drastis justru menimpa komoditas bawang putih. Dari yang semula berada di Rp36 ribu per kilogram, kini melesat hingga menyentuh Rp44 ribu per kilogram. Mimi menduga melonjaknya harga ini sangat erat kaitannya dengan kondisi melemahnya nilai rupiah terhadap mata uang dunia.
"Bawang putih naik dari Rp36 ribu ke Rp44 ribu per kilogram. Yang bikin naik itu kayaknya faktor dolar (nilai tukar dolar terhadap rupiah), makanya modal ikut terangkat," ucapnya.
Sementara untuk komoditas sayur-mayur, Mimi menjelaskan harganya cenderung bervariasi. Untuk sayur kol saat ini berada di harga Rp18 ribu per kilogram, wortel Rp35 ribu per kilogram, kentang Rp22 ribu per kilogram, serta sawi putih Rp20 ribu per kilogram.
Meski perubahan harga terus terjadi, Mimi mengatakan ketersediaan pasokan barang dagangan yang dikirim dari Jakarta sejauh ini terbilang aman dan lancar. Bahkan, pasokan baru di lapaknya dijadwalkan datang pada sore hari ini.
Sayangnya, pasokan yang melimpah tersebut berbanding terbalik dengan kondisi omzet harian para pedagang. Mimi mengaku tingkat penjualan di pasaran merosot tajam dan suasananya menjadi sangat sepi, setidaknya seminggu terakhir.
"Untuk penjualan kita sangat amat sepi di satu minggu ini. Kurang tahu pasti penyebabnya apa," keluhnya.
Mimi pun mengaku sudah merasa kebingungan terhadap situasi ini. Dirinya yang merupakan pedagang eceran merasa tidak memiliki kendali atas harga modal dari distributor.
Mimi terpaksa rela memotong margin keuntungan mereka tipis-tipis, bahkan tidak jarang mereka harus menelan kerugian demi menyiasati agar pembeli datang ke lapaknya.
"Kami pedagang biasa cuma bisa mengambil untung sedikit, malah beberapa hari ini hitungannya ga untung. Kalau kita naikkan terus harganya, orang yang belanja tidak akan banyak dan mereka pasti mengukur pengeluarannya," ungkapnya.
Mimi pun tak bisa berharap apa-apa terkait kondisi ini. Ia pasrah dan menerima bagaimana situasi ini akan berjalan ke depan.
"Harapannya tidak tahu mas, sekarang kami cuma bisa ikut alur saja," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)
| Daya Beli Melemah, Pedagang Daging di Beltim Terpaksa Kurangi Keuntungan |
|
|---|
| Pengusaha Meja Goyang Setuju Dipindahkan dari Pemukiman Warga Asalkan Ada Lokasi Baru |
|
|---|
| Kecamatan Gantung Sumbang Atlet Terbanyak untuk Kontingen O2SN SD Beltim |
|
|---|
| Demi Emas Porprov 2026, Atlet Renang Beltim Julia Antonio Intensif Berlatih |
|
|---|
| Siapkan 352 Personel, KONI Beltim Realistis Incar Posisi Empat Besar di Porprov 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20260411-pedagang-cabai-di-pasar-manggar.jpg)