Berita Belitung Timur

Daya Beli Melemah, Pedagang Daging di Beltim Terpaksa Kurangi Keuntungan

Pedagang daging di Pasar Lipat Kajang Manggar, Belitung Timur, mengeluhkan lesunya aktivitas jual beli meski harga komoditas daging sapi..

Tayang:
Dokumentasi/KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah
Ilustrasi daging sapi 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Sejumlah pedagang komoditas daging sapi dan ayam potong di Pasar Lipat Kajang Manggar, Kabupaten Belitung Timur, mengeluhkan menurunnya aktivitas jual beli dalam beberapa waktu terakhir, Senin (8/6/2026).

Para pedagang menghadapi kondisi yang dinilai cukup membingungkan. Di satu sisi, harga dari tingkat pemasok terus mengalami kenaikan, namun di sisi lain daya beli masyarakat justru mengalami penurunan.

Salah seorang pedagang daging, Abdurrohman (30), mengatakan kenaikan harga daging sapi segar dipengaruhi tingginya ketergantungan terhadap pasokan sapi impor, terutama dari Australia. Kondisi tersebut membuat harga daging sangat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat.

“Sekarang harga dari pemasok naik. Harga daging sapi itu karena dia ikut dolar, kan sapi kita ini dari luar semua, baik yang potong segar maupun yang beku,” kata Rohman saat ditemui Posbelitung.co di Pasar Lipat Kajang Manggar.

Rohman menjelaskan, berdasarkan perhitungan modal, harga daging sapi segar di Belitung Timur seharusnya sudah menembus angka Rp170 ribu per kilogram.

Namun, tidak adanya pembeli membuat Rohman terpaksa memangkas margin keuntungan dan menurunkan harga jual di kisaran Rp160 ribu hingga Rp165 ribu per kilogram.

"Sekarang harga tuh seharusnya Rp170 ribu, cuman karena enggak ada pembeli ya kita turunin jadi Rp165 ribu sampai Rp160 ribu lagi," ucapnya.

Kondisi serupa juga melanda komoditas daging ayam potong. Saat ini, harga eceran ayam potong segar di Pasar Lipat Kajang Manggar berada di angka Rp45.000 per kilogram akibat menipisnya stok.

Sementara itu, pasokan ayam beku dari luar daerah dijual dengan harga sedikit lebih rendah.

"Ayam sekarang di harga Rp45 ribu karena pasokan ayam hidupnya lagi kurang. Untuk ayam dingin (pasokan) dari Jawa Barat seperti Bandung dan Subang itu di harga Rp43 ribu per kilogram," ungkap Rohman.

Rohman menilai situasi pasar saat ini cukup aneh karena terjadi penurunan pasokan yang dibarengi penurunan jumlah pembeli secara drastis.

"Sebenarnya stoknya kurang, tapi pembelinya juga kurang seakan enggak mau kalah. Pembeli pada lemas, enggak tahu faktor ekonomi atau faktor habis lebaran ini," terangnya.

Sama seperti yang sudah-sudah, Rohman berharap pemerintah dapat mendorong penguatan sektor peternakan sapi lokal secara mandiri agar harga pangan di daerah tidak terlalu banyak bergantung pada pasar internasional.

"Intinya kalau kita punya banyak sapi lokal sendiri dan enggak tergantung sama Australia atau US (Amerika Serikat), kita aman. Cuman ya sekarang kita belum banyak peternakan mandiri," katanya.

Lebih lanjut, Rohman memprediksi harga jual di Belitung Timur berpotensi terus mengalami kenaikan ke depan mengingat komoditas masih bergantung pada keran impor.

"Paling yang punya kita sendiri (lokal) itu cuma 40 persen, sisanya impor semua. Kalau kondisi kayak gini terus, ya ke depan harga akan tetap naik," ucapnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved